Search This Blog

Tuesday, December 7, 2010

CONTOH ILUSTRASI PRAKTIS

1. Pelangi sangatlah indah karena terdiri dari berbagai macam warna. Merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu. Jika warna pelangi hanya biru semua, maka orang akan menganggapnya langit. Kita tidak harus sama persis dengan orang lain. Kita masing-masing punya keunikan yang bisa menjadi indah jika bekerja sama dengan orang lain.

2. Tali-tali pada sebuah gitar tidaklah sama ukurannya dan diatur dengan ketegangan yang berbeda-beda satu sama lain supaya menghasilkan warna yang indah. Jika tegangannya dibuat sama, maka ketika diketik bersamaan, maka suaranya akan terdengar kurang bagus karena monoton. Demikian juga dengan tubuh Kristus. Bermacam-macam anggota dengan fungsi yang bebeda-beda namun untuk satu tujuan yaitu memuliakan Allah.

3. Bagian akademik suatu STT di Jakarta menegaskan akan menggagalkan seluruh mahasiswa di salah satu kelas karena absensi mahasiswanya hilang. Secara bersama-sama mahasiswa di kelas tersebut menyampaikan aspirasi argument-argumen mereka sehingga pihak sekolah membuat keputusan untuk membuatkan absen baru.kalau hanya satu orang saja yang menyampaikan keberatan, pasti tidak akan ditanggapi. Indahnya kebersamaan.

4. Pidato Barack Obama yang singkat di Universitas Indonesia mampu membuat rakyat Indonesia terharu dan ada yang menangis. Sedangkan pidato presiden Indonesia yang panjang lebar bahkan sampai diselingi tangisan tak mampu membuat rakyat terharu. Jabatan boleh sama tapi karakter belum tentu sama.

5. Tim SAR menemuka beberapa mayat di rumah mbah Marijan sewaktu “wedhus gembel” menyapu daerah mereka. Belakangan dilaporkan bahwa orang-orang tersebut percaya kepada sang juru kunci tersebut bahwa daerah mereka aman. Percayalah dan gantungkan keselamatan hanya pada Tuhan dan jangan kepada manusia.

6. Seorang pemulung yang compang-camping setelah diberi tempat tinggal dan pakaian yang baik menjadi kelihatan lebih rapid an segar. Namun ketika ditanya bagaimana perasaannya, dia menjawab bahwa dia tidak nyaman. Menurutnya lebih enak tinggal di jalanan sebagai pemulung. Penampilan fisik bisa diubah dengan cepat tapi merubah karakter butuh proses.

7. Sepasang suami istri terlihat sangat mesra. Kemana-mana selalu terlihat bersama dan bahkan mengatakan bahwa mereka tidak bisa hidup tanpa pasangannya.namun, sebulan setelah sang istri dipanggil Tuhan, sang suami dengan mengejutkan menikah lagi. Sungguh, janji dan komitmen manusia bisa berubah. Hanya Allah yang tidak berubah.

8. Suatu hari sebuah jam meja tiba-tiba berhenti berdetak padahal baterenya masih bagus. Akhirnya sang pemilik membawa jam tersebut kepada tuakng service jam. Setelah tidak ditemukan kejanggalan, maka tukang service bertanya kepada jam tersebut kenapa dia berhenti. Dan jam itu pun menjawab kalau dia berhenti karena capek berpikir bahwa dia harus bekerja sebanyak 87.400 kali dalam sehari. Tidak ada satu manusiapun yang sanggup melakukannya, makanya dia stress. Tukang service pun berpikir sebentar dan bertanya, kalau berapa kali dia harus bekerja dalam 1 detik. Si jam pun menjawab hanya sekali dan tidak lebih, untuk itulah dia dibuat. Akhirnya si jam bersemangat lagi karena menyadari dia hanya perlu bekerja sekali dalam sedetik dan tidak perlu berpikir detik-detik selanjutnya. Kta pun seharusnya jangan kuatir tentang hari esok. Yesus berkata, bahwa kesusahan sehari biarlah untuk sehari.

9. Seorang pengunjung villa bertanya kepada penjaga villa sangat bersih dan selalu rapi padahal pemiliknya tidak tinggal di situ. Dengan santainya penjaga villa itu menjawab bahwa dia senantiasa berharap bahwa tuannya akan datang besok, makanya dia merapikan villa tiap hari. Demikian juga dengan kita, harus senantiasa waspada sebab kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus akan datang kembali atau kapan kita akan menghadap Tuhan.

10. Kamar Daud di asrapa kami tiba-tiba menjadi panas dan tidak nyaman karena kipasnya mati. Setelah diteliti, ternyata kaberl yang menghubungkan kipas dengan sumber listrik terputus. Demikina juga dengan orang percaya, kita akan merasa tidak nyaman bila hubungan kita dengan Tuhan terputus baik melalui doa maupun firman. Untuk itu, tetaplah terhubung dengan Tuhan.

11. File makalah saya hilang dari flashdisk karena terkena virus, saya pun jadi panic karena tugas makalah harus segera dikumpulkan besoknya. Tapi untung saja tanpa sengaja saya sempat meng “save” salinannya di computer sekolah sehingga makalahku bisa dikumpulkan tepat waktu. Tuhan menggunakan cara-cara yang unik untuk menolong kita, bahkan dengan cara yang tidak pernah kita duga sedikitpun.

12. Menurut aturan yang berlaku, mahasiswa yang tidak lunas biaya asrama maupun SPP tidak boleh ikut tes UAS. Namun setelah beberapa orang yang blum lunas pergi menghadap petugas yang bertanggung jawab untuk hal itu, maka dicarilaha solusi terbaik bagi semua sehingga semua mahasiswa bisa mengikuti UAS. Jika kita mau jujur dan terbuka satu sama lain, maka pasti ada jalan keluar untuk setiap masalah yang ada. Keterbukaan awal pemulihan.

13. Jalanan di Jakarta sangat beraneka ragam. Ada jalana tol yang kita bisa pakai dengan lancarnya dan ada juga jalanan biasa yang macetnya minta ampun. Dan ketiha hujan, banyak jalan yang menjadi seperti sungai karena banjir. Hal ini menuntuk para pengendara di kota Jakarta agar bisa berkendara dalam segala situasi. Demikan juga dengan hamba Tuhan, harus senantiasa siap dalam menghadapi berbagai macam tantangan yang ada di dunia sekarang.

14. Seorang kakak tingkat saya terpaksa harus mngambil kembali mata kuliah yang sudah pernah diambilnya karena tidak bisa menunjukan rakapitulasi mata kuliah yang telah diambil. Beberapa minggu sebelum perkuliahan berakhir, dia menemukan rekapitulasi mata kuliahnya dan dia membatalkan mata kuliah yang telah dia ambil, padahal sudah lumayan waktu yang diluangkan untuk hal itu. Ini tentu saja bisa dihindari jika dia teliti sejak awal. Demikian juga dengan kita sebagai hamba Tuhan, harus senantiasa teliti dan cerdik dalam menjalani kehidupan agar tidak perlu membuang-buang waktu yang tidak perlu.

15. Seorang penjaga gawang professional pernah berkata bahwa dia tidak hanya waspada ketika lawan menggiring bola memasuki zona amannya namun dia senantiasa mengamati dimana pun sang kulit bundar berada sebab bukan tidak mungkin bola itu datang menerjang gawangnya dengan tiba-tiba. Untuk itu dia harus waspada setiap saat. Kitapun sebagai orang percaya dituntut untuk senantiasa waspada terhadap setiap tantangan yang ada dalam kondisi apapun.

(by Athen)

TEORI PSIKOLOGI BEHAVIORISME MENURUT B. F. SKINNER DITINJAU DARI SUDUT PANDANG TEOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN

Ilmu pengetahuan telah sangat berkembang pesat dewasa ini. Manusia dengan kemampuan intelektualnya yang luar biasa telah menjelajahi luar angkasa, mencapai isi perut bumi serta sel-sel hidup yang terkecil. Namaun ada satu bagian ilmu pengetahuan yang sangat menarik untuk ditelusuri karena menyangkut kesadaran dan keajaiban pikiran manusia itu sendiri, yaitu Psikologi. Psikologi telah berkembang pesat dewasa ini dan telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia.
A. Latar Belakang Masalah
Para ahli psikologi telah menaruh perhatian terhadap masalah yang beraneka ragam yang berhubungan dengan manusia sebagai mahluk special. Perkembangan psikologi yang pesat ini telah menimbulkan pertanyaan di kalangan orang Kristen: “apakah ada psikologi Kristen?” ada juga yang beranggapan bahwa psikologi bertentangan dengan teologi. Jadi, bagaimanakah pandangan teologi terhadap dan atau bagaimana seharusnya?
B. Batasan Masalah
Karena begitu luasnya cakupan psikologi itu sendiri maka penulis membatasi pembahasan dalam makalah ini hanya pada bagian teori psikologi Behaviorisme menurut B. F. Skinner serta ditinjau dari sudut pandang teologis.

C. Tujuan Penulisan
Penulis mengangkat topik ini agar pembaca lebih memahami teori tentang perilaku manusia, faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi serta pandangan teologis terhadap teori perilaku ini. Hal ini juga sangat berhubungan dengan latar belakang penulis sebagai mahasiswa teologi yang tinggal di asrama, dimana dengan memahami ini, bisa lebih mengerti perilaku dan kehidupan sebagai mahasiwa maupun penghuni asrama.



BAB II
TEORI BEHAVIORISME

A. Pengertian Psikologi
Sebelum memahami lebih lanjut tentang teori-teori psikologi, maka perlu dimengerti apa arti dari psikologi itu sendiri secara lebih detail. Psikologi berasal dari dua kata bahasa Yunani, “” (Psyche) dan “ ” (logos). Psyche yang berarti nafas kehidupan atau jiwa dan logos berarti pengetahuan, kajian atau ilmu. Jadi secara umum psikologi dapat diartikan sebagai kajian ilmiah tentang jiwa dan tingkah laku manusia dan binatang. Dalam buku Introduction to Psychology and Counseling, dijelaskan bahwa, “Psychology is scientific study of the behavior of organism.” Atau ilmu penetahuan yang mempelajari tentang perilaku dari organism/mahluk hidup. Dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, psikologi adalah ilmu yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku; ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa. Jadi secara sederhana, psikologi bisa disimpulkan sebagai ilmu yang mempelajari tentang jiwa organisme yang nyata lewat perilakunya, dalam hal ini, organismenya adalah manusia.
B. Teori Behaviorisme
Behaviorisme adalah suatu aliran psikologi yang cukup berpengaruh dewasa ini. Aliran behaviorisme menggunakan pendekatan ilmiah dalam metode penelitiannya. Secara umum, teori ini menyatakan bahwa perilaku organisme seharusnya dapat diukur, dihitung dan dikondisikan. Teknik yang digunakan pada umumnya adalah stimulus dan respon. (S - R) terhadap organisme yang diteliti perilakunya.hal ini tentang bagaimana memberi stimulus tertentu untuk mendapatkan respon terhadap stimulus yang dikehendaki. Proses ini disebut conditioning (pengkondisian).
Proses dari pengkondisian berdasar pada asosiasi, yaitu hubungan antara suatu stimulus dari luar dengan suatu reaksi terhadap stimulus tersebut. Hal ini berarti bahwa kenyataan reaksi emosi terhadap lingkungan bisa ditentukan melalui pemberian stimulus tertentu. Contoh sederhana dalam hal pengkondisian adalah rasa menyangkut rasa takut. Respon takut terhadap rasa sakit adalah otomatis dan jika ketakutan yang berulang-ulang dihubungkan dengan sebuah boneka lucu sekalipun, maka setiap kali orang tersebut melihat boneka yang sama, dia akan mengalami ketakutan. Inilah yang mendasari percobaan B. F. Skinner tentang pengkondisian.
C. Percobaan B. F. Skinner
Untuk menguraikan teori pengkondisian, B. F. Skinner memperkenalkan konsep pengkondisian operan. Untuk memahami pengkondisian operan, perlu dibedakan apa yang disebut Skinner sebagai perilaku respon dan perilaku operan. Perilaku respon adalah respon langsung pasa stimulus, seperti pada respon yang tidak dikondisikan dalam pengkondisiana klasik. Sebaliknya, perilaku operan dikendalikan oleh akibatnya. Pada mulanya hal itu terjadi dengan sendirinya: yaitu munculnya lebih bersifat spontan daripada merupakan respon stimulus tertentu. Adapun percobaan Skinner untuk mendemonstrasikan pengkodisian operan adalah sebagai berikut:
Seekor tikus yang lapar diletakan dalam sebuah kotak yang disebut “kotak Skinner”. Di dalam kotak Skinner tersebut tidak terdapat apa-apa kecuali sebuah jeruji yang menonjol di mana terdapat piring makanan di bawahnya. Sebuah lampu kecil di atas jeruji dapat dinyalakan menurut kehendak perlaku eksperimen.
Tikus yang dibiarkan sendiri dalam kotak, berjalan kesana kemari menjelajahi keadaan sekitar. Kadang-kadang tikus melihat jeruji tersebut dan menekannya. Lalu penekanan tikus pertama terhadap jeruji merupakan peringkat dasar dasar penekanan jeruji. Setelah menentukan peringkat dasar, pelaku eksperimen menggerakkan bubuk makanan yang diletakkan di luar kotak Skinner. Setiap kali tikus menekan jeruji, butir-butir halus makanan terluncut jatuh ke piring makanan. Tikus memakannya dan segera menekan jeruji lagi. Makanan menguatkan (reinforce) penekann jeruji dan laju penekanan meningkat secara drastic. Bila tempat makanan tidak dihubungkan dengan jeruji sehingga penekanan jeruji tidak lagi mengeluarkn makanan, laju penekanan jeruji akan berkurang. Berarti respon operan mengalami pemadaman (extinction) tanpa adanya penguatan.
Pelaku eksperimen dapat menetapkan diskriminasi dengan menyediakan makanan jika jeruji ditekan dan lampu menyala, tetapi tidak ada makanan bila lampu mati. Penguatan selektif ini mengkondisikan tikus untuk menekan jeruji hanya pada saat lampu menyala. Dalam hal ini, lampu berfungsi sebagai stimulus diskriminatif (discriminative stimulus) yang mengendalikan respon.
Dengan demikian, pengkondisian operan meningkatkan kemungkinan adanya respon dengan menertakan penguat (reinforce) setelah kejadiannya dan bisa bersaku sebaliknya (extinction).

D. Pengaruh Teori Skinner dalam Kehidupan sehari-hari
Teori Skinner tentang pengkondisian ini sangat minati saat ini karena memang memiliki fungsi ayng sangat membantu manusia. Melalui teori ini oran-orang dapat melatih hewan peliharaan (kucing, anjing, burung dll.) maupun hewan-hewan yang berguna dalam membantu manusia (merpati, anjing polisi dll.).
Dalam pengkondisian operan menurut Skinner ini, para pelaku eksperimen dapat mendorong perilaku baru dengan mengambil manfaat dari perbedaan tindakan subyek. Untuk melatih seekor anjing,agar bisa menekan bel dengan moncongnya, seorang penyelidik dapat memberikan imbalan setiap kali anjing tersebut mendekati kawasan bel, serta member isyarat bagi anjing untuk menyentuh bel. Dan jika akhirnya bel tersentuh, kembali diberi imbalan (penguatan).
Dengan cara ini juga burung dara dapat dilatih dengan membentuk respon operan untuk menemukan lokasi orang-orang yang hilang di laut; ikan lumba-lumba dilatih untuk menarik peralatan di bawah air.
Teori Skinner ini juga sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan, dimana rata-rata system pendidikan saat ini menerapkan system pengkondisian Skinner. Saat sensitifnya masalah hak asasi manusia (HAM), maka penerapan hukuman di dunia pendidikan mulai dikurangi dan beralih ke cara yang dperkenalkan Skinner yaitu bahwa hukuman tidak perlu, yang diperlukan adalah member hadiah bagi yang berprestasi untuk merangsang anak-anak yg tidak berprestasi untuk belajar lebih baik lagi.



BAB III
PANDANGAN TEOLOGIS TERHADAP TEORI SKINNER

Bagi orang Kristen, Alkitab merupakan dasar utama dalam menjalankan kehidupan karena orang Kristen percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan bagi manusia melalui hamba-hambanya (2 Tim.3:16). Jika demikian, maka Alkitab sudah pasti juga berisi pandangan-pandangan tentang teori psikologi.
A. Pandangan Alkitab Tentang Jiwa
Kata “jiwa” dalam bahasa Ibrani (sebagai bahasa Asli Alkitab Perjanjian Lama) adalah “nefesy” yang ditulis 755 kali dalam Perjanjian Lama yang arti utamanya adalah “mempunyai hidup”. Dalam arti ini kata itu sering dipakai menunjuk kepada binatang (Kej.1:20, 24, 30; Yeh. 47:9). Kadang-kadang kata ini juga disamakan dengan darah – sesuatu yang sangat perlu sekali dalam menunjang kehidupan fisik (Kej. 9:4, Im. 17:10; Ul. 22:22-24). Banyak juga ayat yang menyinggung kata ini bertalian dengan kesadaran.
Dalam bahasa Yunani (bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru), kata “jiwa” adalah “psyche”, sama seperti yang telah dijelaskan pada pengertian psikologi diatas. Dalam Perjanjian Baru, kata ini berhubungan dengan hidup atau nyawa (Roma 11:3; ! Kor. 15:3).
B. Natur Manusia Menurut Alkitab
Pada waktu Allah menciptakan manusia, Ia menciptakan manusia menurut gambarnya (Kej.1:26-27). Gambar Allah dalam diri manusia tidak dapat bersifat fisikal karena Allah adalah Roh (Yoh. 4:24) dan tidak memiliki tubuh. Gambar Allah itu bersifat non materi dan melibatkan unsur-unsur utama berikut.
1. Personalitas
Manusia memiliki kesadaran sendiri dan penentuan diri sendiri yang memampukan dia untuk membuat pilihan dan mengangkat dia di atas dunia binatang. Faktor ini penting karena dengan adanya kesadaran ini, manusia kodratnya lebih tinggi dari binatang dan juga bisa mengalami penebusan. Segi ini melibatkan banyak unsure natural; personalitas menyatakan kemampuan manusia untuk berkuasa atas dunia ini (Kej. 1:28) dan mengelola bumi (Kej. 2:15). Semua aspek dari intelektual manusia berada di bawah kategori ini.
2. Keberadaan Spiritual
Allah adalah Roh dan manusia juga adalah roh. Atribut-atribut esensial dari roh adalah penalaran, hati nurani dan kehendak. Suatu roh adalah rasional, moral dan Karena itu juga bebas. Dalm hal ini, apabila manusia tidak seperti Allah, maka manusia tidak dapat mengenal Allah dan sama saja dengan binatang.
3. Natur Moral
Manusia telah diciptakan dalam “kebenaran original” yang menunjuk pada “pengetahuan, kebenaran dan kekudusan”. Kebenaran dan kekudusan original ini hilang pada saat kejatuhan manusia ke dalam dosa dan dipulihkan di dalam Kristus. Paulus berkata bahwa diri yang baru dari orang percaya adalah dalam keserupaan dengan Allahdan telah diciptakan dalam kebenaran dan kekudusan.


C. Tinjauan Teologis Terhadap Teori Skinner
Dalam Alkitab, lama sebelum teori-teori psikologi bermunculan, telah ada dan telah diterapkan prinsip “reward and punishment”. Bagi yang taat akan mendapatkan berkat dan bagi yng tidak taat akan mendapatkan kutuk atau hukuman (Im. 26; Ul.6). dan untuk teori pengkondisian operan Skinner dimana yang baik akan mendapatkan hadiah sedangkan yang tidak baik tidak akan mendapatkan apa-apa juga telah ada dalam kitab suci.
Namun Alkitab sendiri member kesaksian bahwa prinsip pengkondisian seperti iti tidak efektif dalam merubah perilaku seseorang. Hal ini nyata pada waktu bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Begitu banyaknya aturan atau pengkondisian yang ada namun mereka tetap memberontak dan tidak taan kepada Allah.
Hal ini bukan berarti Allah salah dalam pembentukan moral atau perilaku umatnya namun Allah memiliki rencana yang lebih efektif dalam pembentukan perilaku bagi manusia yaitu melalui karya Kristus.
Natur Manusia pada saat berdosa cenderung tidak taat kepada Allah, maka untuk mengubahya, tidak ckup dengan pengkondisian dari luar saja tetapi harus dari dalam. Itulah sebabnya Allah dalam Kristus melalui karya Roh Kudus mau berdiam dalam diri oran gpercaya untuk mengubahkan manusia dari dalam. (Yoh. 16:8; Ef. 1:13).




BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kepribadian bukanlah sesuatu yang statis. Hal ini dikarenahan kepribadian merupakan perpaduan dari beberapa sifat pembawaaan yang dilengkapi dengan unsut-unsur pembentukan di tangan orang tua dan lingkungan, maka tentu saja pengkondisian harus sepanjang usia.
Dengan mempelajari teori pengkondisian Skinner serta pandangan teologis tentang sifat dan natur manusia setelah jatuh ke dalam dosa, maka kita dapat menyimpulkan bahwa pengkondsian menurut Skinner bisa saja berlaku bagi manusia tetapi tidak bisa secara permanen karena kepribadian dan perilaku manusia tidak bisa di ubah hanya dengan pembiasaan saja tapi harus oleh Penciptanya sendiri.
B. Aplikasi
Contoh yang sangat sederhana tentang penerapan Teori Skinner dalam kaitannya dengan pandangan teologis adalah dalam hal kehidupan berasrama di Sekolah Tinggi Teologi (STT). Dalam rangka membentuk pribadi dan perilaku mahasiswa untuk memiliki karakter hamba Tuhan maka diterapkan perarturan-peraturan yang mengarahkan (conditioning).
Tapi bagaimanapun ketatnya penerapan aturan dan disipli tersbut, tentu tidak akan efektif jika tidak disertai pembentukan dari dalam melalui karya Roh Kudus. Untuk itulah setiap mahasiswa perlu mengalami lahir baru sehingga pembentukan oleh Roh Kudus bisa berlaku dalam diri mahasiswa dan mengubahkan perilaku sesuai dengan standar kebenaran yaitu Alkitab sebagai Firman Tuhan.




DAFTAR PUSTAKA

_______. Alkitab, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia. 2006.
_______. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih.
2008.
_______. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 2002.
Atkinson, Rita L. Penantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga. 1983.
Bensos, Nigel C. Mengenal Psikologi. Bandung: Penerbit Misan. 2000.
Enns, Paul. Buku Pegangan Teologi. Malang: Lembaga Literatur SAAT. 2006.
Heat, W. Stanley. Psikologi Sebenarnya. Yogyakarta: Yayasan Andi. 1997.
Meier, Paul D.. Introduction to Psychology and Counseling. Michigan: Baker Book
House. 1982.

Tuesday, November 23, 2010

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kode etik manusia dewasa ini diwarisi dari berbagai sumber yang berbeda. Hal ini juga dikenal dengan istilah “moralitas baru” yang diajukan oleh kecenderungan-kecenderungan dasar dan filsafat popular yang kemudian dianut oleh para politikus dan jurnalis. Para pendukung “moralitas baru” ini menerima slogan-slogan yang khas (seperti ‘rakus itu baik’) dan memperkenalkan istilah-istilah baru yang khas pula yang bersifat merusak. Salah satu usulan moral yang sangat berpengaruh yang diajukan oleh mereka ialah agar manusia meninggalkan ide bahwa mahluk manusia itu mempunyai hal-hal kodrati ataupun sesuatu yang istimewa.
“Moralitas baru” juga sering bersifat humanis dalam arti yang lebih sempit dan mengarah pada ateisme. Humanis dalam arti yang luas didasarkan pada hormat yang mendasar akan kehidupan manusia. Dengan demikian maka orang percaya perlu mengenal dan memahami etika yang demikian sehingga mampu membentengi diri dari paham-paham moral yang tidak sesuai dengan dasar iman Kristiani.
Untuk itu sangat penting bagi setiap orang percaya untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang penerapan etika kristiani yang benar dan bagaimana penerapan atau aplikasinya di lingkungan tempat kita hidup dan beriteraksi satu sama lain. Tentu saja lingkungan tempat kita bersosialisasi ini adalah lingkungan yang heterogen atau dengan kata lain tidak hanya di huni oleh sesama orang Kristen saja.




B. Pengertian Etika
Kata “Etika” berasal dari kata Yunani “”(ethos) yang berarti adat atau kebiasaan (custom). Etika merupakan cabang aksiologi yang pada pokoknya membicarakan masalah predikat-predikat nilai “benar” dan “salah”, dalam arti “bermoral” dan “tidak bermoral”. Sebagaia pokok bahasan yang khusus, etika membicarakan sifat-sifat yang menyebabkan orang dapat disebut bermoral atau baik.
Istilah “etika” dipahami dalam dua arti. Etika bisa berarti sebagai suatu kumpulan pengetahuan tentang penilaian terhadap perbuatan-perbuatan manusia dan juga bisa merupakan suatu predikat yang dipakai untuk membedakan hal-hal, perbuatan-perbuatan atau manusia-manusia yang lain.






BAB II
ETIKA KRISTEN DALAM KEHIDUPAN

Banyak pandangan-pandangan etika yang berkembang dewasa ini dan sangat berpengaruh dikalangan masyarakat luas. Tetunya etika Kristen termasuk di dalamnya. Tapi apakah yang membedakan etika Kristen dan etika non Kristen? Serta bagaimana aplikasi etika Kristen dalam kehidupan bermasyarakat?

A. Etika Kristen Dalam Persekutuan Kristiani
Pada dasarnya etika Kristen merupakan suatu bentuk sikap yang diperintah dari atas. Kewajiban etis merupakan sesuatu yang harus dilakukan, hal ini merupakan perintah dari atas atau merupakan perintah Tuhan yang sesuai dengan karakter moral-Nya. Hal ini dinaksudkan bahwa Allah menghendaki apa yang benar sesuai dengan sifat-sifat moral-Nya sendiri. “Jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.” “karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapa yang di sorga adalah sempurna.” (Matius 5:48). “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39). Singkatnya, etika Kristen didasarkan pada kehendak Allah dan Allah tidak pernah menghendaki apapun yang bertentangan dengan karakter moral-Nya yang tidak berubah.
Karena karakter moral Allah tidak berubah, maka kewajiban-kewajiban moral yang berasal dari natur-Nya itu bersifat mutlak. Hal ini berarti kewajiban-kewajiban tersebut selalu mengikuti setiap orang dimana-mana. Memang tidak setiap kehendak Allah harus berasal dari natur-Nya yang tidak berubah. Ada beberapa hal yang pada dasarnya sesuai dengan natur-Nya namun dengan bebas mengalir dari kehendak-Nya. Misalnya pada peristiwa Adam dan Hawa, meskipun secara moral Adam dan Hawa bersalah karena tidak taat, kita tidak lagi diikat oleh perintah tersebut saat ini. Perintah tersebut didasarkan pada kehendak Allah dan tidak harus berasal dari natur-Nya.
Karena kebenaran moral ditetapkan oleh Allah yang bermoral maka harus dilaksanakan. Tidak ada hokum moral tanpa Pemberi moral. Sama halnya dengan tidak ada undang-undang tanpa si Pembuat undang-undang. Dengan demikian, etika Kristen berdasarkan naturnya adalah prespektif dan bukan deskriptif. Etika berkaitan dengan apa yang seharusnya dilakukan, bukan dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Orang-orang Kristen tidak menemukan kewajiban-kewajiban etis mereka di dalam standar bagi orang-orang Kristen di Alkitab.
Etika Kristen didasarkan pada perintah-perintah Allah yang bersifat umum (universal revelation) dan yang bersifat khusus (special revelation). Wahyu umum berisikan perintah Allah bagi semua orang. Sedangkan wahyu khusus mengklarifikasikan kehendak-Nya untuk orang-orang percaya. Tapi dalam kedia hal tersebut, dasar dari tanggung jawab etis manusia adalah wahyu ilahi.
B. Etika Kristen dalam Kehidupan Masyarakat Majemuk
Kita hidup dalam masyarakat yang majemuk. Dalam arti lingkungan dimana kita hidup merupakan lingkungan dimana terdiri dari masyarakat dari berbagai kalangan. Perbedaan ini bukan hanya menyangkut factor social saja melainkan juga perbedaan dalam hal keyakinan dan falsafah hidup pribadi.

**to be ontinue.....

Thursday, November 11, 2010

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN


BAB I
PENDAHULUAN

Banyak aspek dari memori awal mencerminkan jenis-jenis masalah yang ditangani oleh para ahli psikologi perkembangan, yang belajar tentang stabilitas dan perubahan dalam perkembangan manusia sepanjang siklus hidup. Mereka percaya bahwa pertumbuhan dan perubahan yang mungkin pada setiap tahap kehidupan. Mereka memberikan perhatian khusus, misalnya, dengan cara pengembangan memori - dan mereka telah menemukan bahwa ingatan kebanyakan orang paling awal terjadi antara usia 3 dan 7, dan cenderung sama pada saudara kandung.

A. Bagaimana kita mempelajari perkembangan?
Ada dua cara tradisional dalam mengumpulkan data para ahli psikologi perkembangan yaitu:
1.    Metode cross – sectional: beberapa kelompok orang dengan usia yang berbeda dikomparasikan pada rentang waktu yang sama.
2.    Metode  Longitudinal: satu atau lebih orang pada lebih dari satu jenjang waktu , mengambil informasi  tentang perubahan dalam usia.
Setiap metode mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Sequential strategy  yang juga dikenal sebagai  metode cross – sequential telah berkembang untuk memecahkan beberapa masalah dari  cara  tradisional. Metode ini merupakan penggabungan dari dua metode diatas.
Hal-hal yang  mempengaruhi pertumbuhan dan panjangnya usia antara lain:
-          Keturunan. Panjangnya usia cenderung turun temurun.
-          Karakteristik tubuh. Mereka yang memiliki ukuran dan struktur tubuh rata-rata cenderung hidup lebih lama ketimbang mereka yang terlampau kurus atau gemuk dan tinggi atau pendek.
-          Seks. Sebagai kelompok, wanita lebih panjang usianya dari pada pria.
-          Ras. Di Amerika, orang-orang kulit hitam mempunyai harapan hidup yang lebih pendek daripada orang kulit putih.
-          Letak geografis. Orang-orang yang hidup di wilayah perkotaan dan pinggiran kota umumnya lebih panjang hidupnyadaripada orang yang hidup di pedesaan/pedalaman menyangkut fasilitas kesehatan yang ada.
-          Pendiddikan dan itelegensi. Orang yang berpendidikan cenderung lebih panjang umurnya dibanding mereka yang kurang berpendidikan.
-          Tingkat social ekonomi. Semakin tinggi tingkat social ekonomi seseorang, cenderung semakin panjang rentang hidupnya.
-          Kebahagiaan. Orang-orang yang cukup bahagia dan puas dengan pola kehidupannya, cenderung lebih panjang umurnya dibanding dengan orang yang tidak berbahagia.

B. Tahapan-tahapan perkembangan manusia yaitu:
  1. Masa prenatal
  2. Masa bayi & toddler ( lahir-3 tahun)
  3. Anak-anak awal (3-6 tahun)
  4. Anak-anak pertengahan (6-11 tahun)
  5. Remaja /adolescence (11-20 tahun)
  6. Young adulthood (20-40 tahun)
  7. Middle adulthood (40-65 tahun)
  8. Late adulthood (65 tahun ke atas)

 

BAB II
PERKEMBANGAN PRANATAL DAN ANAK-ANAK

  1. Perkembangan Pranatal (sebelum Kelahiran)
Menyadari bahwa apa yang terjadi sebelum kelahiran sangat penting untuk apa yang terjadi sesudahnya, para ilmuwan telah menemukan bahwa perkembangan sangat meningkat pada periode pralahir, ketika janin berkembang di dalam ibu. Pada bagian ini, kita akan melihat tiga tahap perkembangan janin, dan beberapa bahaya kehamilan.
1. Tahapan perkembangan janin
Tahap Germinal (zigot) - tahapan awal kehamilan sampai 2 minggu ditandai dengan pembelahan sel yang cepat dan meningkatnya kompleksitas organisme.
Tahap Embrio - tahap kedua kehamilan 2 sampai 8-12 minggu,
pengembangan sistem dan organ tubuh walikota.
Tahap Fetal - tahap akhir kehamilan 8-12 minggu sampai masa  kelahiran dicirikan oleh pertumbuhan yang cepat dan perkembangan lebih lanjut.
2. Bahaya dari perkembangan janin
Jika seorang wanita hamil berada di bawah stres, akankah bayinya terpengaruh? Bagaimana nutrisinya mempengaruhi anaknya yang belum lahir? Pengaruh dalam lingkungan prenatal mempengaruhi janin yang berbeda berbeda. Beberapa faktor cenderung menghasilkan cacat lahir pada beberapa kasus, namun memiliki efek sedikit atau tidak ada pada orang lain.
     Beberapa faktor diantaranya adalah:
     Gizi ibu
Seorang wanita, yang selama kehamilan dapat memiliki efek yang penting pada kesehatan masa depan anaknya. Perempuan yang memiliki ketidakstabilan nurtisi untuk waktu yang lama sebelum atau selama kehamilan lebih mungkin untuk mengalami komplikasi selama kehamilan dan persalinan, dan beresiko melahirkan bayi yang berat badannya tidak normal bahkana kematian bayi.
     Penyakit ibu
     Sejumlah penyakit yang diderita selama kehamilan dapat memiliki dampak serius pada perkembangan. Rubella (campak Jerman) sebelum minggu kehamilan kesebelas hampir pasti menyebabkan gangguan tuli dan hati pada bayi.
     Konsumsi obat ibu
     Seorang wanita yang sedang, hamil harus sangat berhati-hati menggunakan obat apapun, baik resep atau obat-obatan umum, dia perlu untuk mempertimbangkan efek dan resiko pada anaknya yang belum lahir terhadap setiap ketidaknyamanan yang dia rasakan, dan harus berkonsultasi dengan dokter tentang keamanan obat apa pun.
     Risiko yang terkait dengan ayah
      Kita masih perlu penelitian lebih lanjut tentang peran bawaan dari ayah dalam menyebabkan cacat lahir. Ini lebih banyak bersifat genetic (turunan), walau tidak menutup kemungkinan adanya penyebab lain.

3. Perkembangan Fisik Awal
Cara bayi bertambah tinggi dan berat badannya, terjadi bergelombang, termasuk perkembanga nkemampuan geraknya. Tetapi beberapa kemampuan lain kurang jelas, fakta yang telah menyebabkan orang meremehkan kemampuan bayi untuk melihat dan menanggapi berbagai peristiwa besar di dunia sehari-hari mereka. Penelitian dalam beberapa tahun terakhir, yang telah menggunakan berbagai teknik studi cerdas, telah menunjukkan bahwa bayi manusia adalah makhluk kecil yang sangat canggih. Meskipun mereka tergantung dalam banyak hal, mereka sangat kompeten.
4.    Pertumbuhan
      Selama 3 tahun pertama mereka, anak-anak tumbuh lebih cepat daripada masa yang lain sepanjang hidupnya. Pada tahun pertama, mereka biasanya berkembang tiga kali lipat dari berat lahir mereka, dari berat lahir rata-rata 7,5 pound untuk bayi penuh panjang normal sekitar 22 pound. Pada saat yang sama, mereka menambah tinggi badan mereka dengan sekitar satu setengah, dari panjang rata-rata kelahiran 20 inci sampai sekitar 30 inci. Antara tahun pertama dan ketiga, mereka tumbuh sekitar 8 inci dan 10 pound. Sedangkan anak laki-laki rata-rata lebih besar dan lebih berat daripada gadis, namun perbedaannya tidak signifikan.
     Pada tahapan ini, perkembangan dialami seorang individu dimulai pada saat bayi sampai mencapai umur 3 tahun. Perkembangan fisik meliputi beroperasinya semua sistem rasa dan tubuh dengan tingkatan yang bervariasi, perkembangan otak yang kompleks dan tingginya pengaruh lingkungan, pertumbuhan dan perkembangan fisik (ketrampilan) berlangsung dengan cepat. Perkembangan kognitif meliputi kemampuan  untuk belajar dan mengingat peristiwa yang saat ini terjadi, pengunaan simbol dan kemampuan untuk memecahkan masalah diakhir tahun ke-2, dan berkembangnya pemahaman dan bahasa dengan cepat. Perkembangan psikososial meliputi terbentuk hubungan kelekatan dengan orang tua, caregiver dan orang lain dengan kuat, berkembangnya sistem kewaspadaan diri, adanya perubahan dari ketergantungan menjadi mandiri. Meningkatkan ketertarikan dengan anak-anak yang lain yang seumuran.
B. Anak-Anak Awal (Early Childhood)
Rentang umur dalam tahap ini adalah 3-6 tahun. Perkembangan fisik meliputi  mengalami pertumbuhan fisik yang stabil, penampilan fisik menjadi lebih ramping dan proporsional seperti orang dewasa, biasanya terjadi berkurangnya nafsu makan dan kurang tidur, meningkatnya ketrampilan dan kekuatan gerakan. Perkembangan kognitif meliputi pemahaman mengenai perspektif orang lain berkembang, ketidakmatangan kognitif karena memiliki beberapa ide yang tidak logis mengenai dunia, berkembangnya memori dan bahasa, kecerdasan dapat diprediksi, mempunyai pengalaman belajar di preschool dan kindergarten. Perkembangan psikososial meliputi  konsep diri dan pemahaman emosi menjadi lebih kompleks, meningkatnya kemandirian, inisiatif, dan kontrol diri, berkembangnya identitas gender, permainan menjadi lebih imajinatif, elaboratif dan melibatkan orang lain (sosial), berkembangnya sifat menolong, agresif dan ketakutan.
C. Anak-Anak Pertengahan (Middle Childhood)
Tahapan ini dialami individu dimulai dari umur 6 sampai 11 tahun. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan fisik lambat, meningkatnya kekuatan dan ketrampilan atletis, mengalami masalah pada sistem pernafasan,tetapi umumnya kesehatan lebih baik di rentang kehidupan. Perkembangan kognitif meliputi menurunnya egosentris, anak mulai berfikir secara logis, tapi nyata, menigkatkan kemampuan memori dan bahasa, memasuki sekolah dasar, karena secara kognitif mengizinkan. Perkembangan psikososial meliputi konsep diri lebih konpleks, yang mempengaruhi sistem perhargaan dirinya, kontrol yang berubah dari orang tua ke anak (agak kurang diperhatikan kebutuhannya), pentingnya hubungan dengan teman sebaya.


BAB III
PERKEMBANGAN REMAJA SAMPAI DEWASA AWAL
A. Remaja (Adolescence)
Tahapan perkembangan ini dimulai sejak individu berumur 11 tahun sampai 20 tahun. Perkembangan fisik meliputi perubahan fisik dengan cepat, terjadinya kematangan alat reproduksi, meningkatnya gangguan makan (eating disorder) dan pengunaan narkoba dan obat-obatan terlarang dalam rangka pencapaian identitas diri. Perkembangan kognitif meliputi kemampuan berfikir abstrak, dan berkembangnya pengunaan alasan yang ilmiah, ketidakdewasaan berfikir dalam beberapa perilaku dan kebiasaan, pendidikan difokuskan untuk persiapan ke pendidikan yang lebih tinggi dan universitas. Perkembangan psikososial meliputi pencarian identitas termasuk identitas seksual, hubungan dengan orang tua baik, pergaulan dengan teman sebaya berdampak positif atau negatif.

B. Dewasa Awal (Young Adulthood)
Dewasa awal ini merupakan masa transisi masa remaja menuju dewasa. Masa ini disebut dengan “masa muda” (Kenniston dalam Santrock, 1995). Transisi ini ditunjukan dengan  kemandirian ekonomi dan kemandirian membuat keputusan ( karir, nilai-nilai, keluarga, hubungan, dan gaya hidup) dan merupakan transisi dari sekolah menengah menuju universitas. Tahapan perkembangan ini dimulai ketika individu berumur 20 tahun sampai 40 tahun
1. Perkembangan Fisik
Di masa ini, pemuda berada di puncak kesehatan, kekuatan, energi dan daya tahan, serta di puncak fungsi sensoris dan motoris, semua fungsi tubuh berkembang sempurna, ketajaman visual, intensitas rasa, bau, sensitif terhadap rasa sakit dan temperatur. Dan akan mengalami penurunan pada usia 45 tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan yaitu genetik, perilaku (apa yang dimakan, pola tidur, aktifitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang). Faktor yang tidak langsung seperti kondisi sosial-ekonomi, ras, gender dan hubungan dengan orang lain. Hal-hal ini memberi kontribusi besar pada kesejahreaan pada saat ini dan mendatang. Hubungan perilaku dan kesehatan mengambarkan hubungan antara aspek fisik, kognitif dan emosional.

2. Perkembangan Kognitif
Pikiran sehat menyatakan cara berfikir pemuda berbeda dengan anak-anak dan remaja. Pemuda melakukan beberapa percakapan yang berbeda, memahami materi yang lebih rumit, mengunakan pengalaman untuk memecahkan masalah.
Piaget : Pemuda mengalami pergeseran ke pemikiran post-formal. Pemikiran pada masa dewasa cenderung tampak fleksibel, terbuka, adaptif, dan individualistis. Tahap kognisi orang dewasa ini sering kali disebut pemikiran post-formal yang bersifat relatif. Pemikiran post-formal melihat bayangan abu-abu. Pemikiran tersebut sering kali muncul sebagai respon terhadap peristiwa dan interaksi membuka cara pandang tidak biasa terhadap sesuatu dan menantang pandanan sederhana terpolarisasi terhadap dunia. Pemikiran tersebut memungkinkan orang dewasa melampaui sistem logika tunggal dan mendamaikan atau memilih diantara beberapa ide yang saling berlawanan.
Schaie: Model Rentang Kehidupan Perkembangan Kognitif. Model schaie melihat perkembangan penggunaan inteletual dalam konteks sosial. Tujuh tahapnya berkaitan dengan tujuan yang muncul ke permukaan dalam berbagai tahap usia. Tujuan ini bergeser dari penguasaan informasi dan keterampilan (apa yang harus saya ketahui) kepada intergrasi praktis pengetahuan dan keterampilan (bagaimana menggunakan apa yang saya ketahui) untuk mencari makna dan tujuan (mengapa saya harus tahu).

Pendidikan dan Pekerjaan
Bagi pemuda, keterbukaannya terhadap pendidikan atau lingkungan kerja baru menawarkan peluang untuk mengasah kemampuannya, mempertanyakan asumsi yang sudah dipegang sejak lama, dan mencoba cara baru memandang dunia.
Memasuki dunia kerja. Penyesuaian pertama adalah memilih bidang yang cocok dengan bakat, minat dan faktor psikologis lainnya yang secara hakiki sulit dipungkiri agar kesehatan mental dan fisiknya sebagai orang dewasa dapat terjaga. Penyesuaian kedua adalah pilihan jurusan harus dilakukan dengan mantap. Seberapa jauh tingkat kemantapan pemilihan jurusan bagi seseorang bergantung pada tiga faktor, yaitu pengalaman pekerjaan, daya tarik pribadi terhadap perkerjaan, dan nilai yang terkandung pada pekerjaan yang dipilih.
Riset otak memberikan penjelasan bagaimana orang menghadapi pekerjaan yang kompleks. Perkembangan yang sempurna pada lobus frontal pada masa dewasa awal telah memungkinkan orang untuk melakukan pekerjaan dalam satu waktu. Magnetic resonance imaging mengungkapkan bagian paling depan lobus frontal, fronto-polar prefrontal cortex (FPPC) memiliki fungsi khusus dalam memecahkan masalah dan perencanaan.
Pendidikan dan literasi orang dewasa. Banyak orang dewasa ini yang berusaha meningkatkan keterampilan kerja mereka. Literasi merupakan persyaratan fundamental untuk berpartisipasi bukan hanya di tempat kerja tapi juga dalam segala segi masyarakat informasi modern. Orang dewasa terpelajar adalah mereka yang dapat menggunakan informasi cetak dan tertulis untuk berativitas dalam masyarakat, mencapai target mereka, dan mengembangkan pengetahuan dan potensi mereka.
3. Perkembangan Psikososial
Tahap perkembangan psikososial Erikson, masa dewasa awal ini berada pada tahap ke-6 yaitu “intimidasi vs isolasi”, Jika seorang dewasa awal tidak dapat membuat komitmen personal yang dalam terhadap orang lain, maka mereka akan terisolasi dan terpaku pada kegiatan dan pikiran sendiri (self absorb). Akan tetapi, mereka juga butuh kesendirian sebagai upaya merefleksikan kehidupan meraka. Ketika mereka berusaha menyelesaikan tuntutan saling berlawanan dari intimidasi, kompetisi dan jarak, mereka mengembangkan pemahaman etis, yang dianggap Erikson sebagai tanda kedewasaan. (Papalia et al, 2007)
4. Pernikahan & Menjadi Orang Tua
Pernikahan dianggap cara terbaik menjamin keteraturan dalam membesarkan anak. Pernikahan memungkinkan pembagian dalam hal konsumsi dan pekerjaan. Pernikahan menawarkan intimasi, komitmen, persahabatan, kasih sayang, pemuasan seksual, pendampingan dan peluang bagi pertumbuhan emosional, serta sumber identitas dan kepercayaan diri.  Kehadiran seorang anak merupakan kebahagiaan tersendiri dan mengembangkan kecemasan dan tanggung jawab akan masa depan anaknya.


BAB IV
DEWASA AKHIR SAMPAI KEMATIAN
DAN KESIMPULAN

Dewasa Akhir – Kematian
Tentu saja tidak ada batas yang jelas ketika usia tua dimulai. Seorang wanita yang masih tampak kuat dengan usia 55 tahun mengeluh "Saya harap saya tidak pernah merasa setua ini.” Beberapa orang telah menjadi tampak tua pada usia 50 tahun dan ada yang masih kuat sampai sekitar 75 tahun.
Ciri-ciri umum yang terjadi pada usia tua adalah:
·         Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik
·         Menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi karena pensiun dan berkurangnya penghasilan
·         Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup
·         Menerima fakta bahwa dirinya termasuk golongan lanjut usia dan mencari kelompok seusia
·         Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara fleksibel
·         Merasa puas terhadap lingkungan hidup yang mungkin diatur orang lain.

Kesimpulan
Dengan memahami konsep tugas perkembangan, kita akan lebih mudah memahami dan menerima dinamika perjalanan hidup yang telah kita lalui. Kita menjadi lebih lebih mudah memahami mengapa di masa remaja kita selalu memberontak kepada orang tua maupun guru, atau mengapa di usia 25 tahunan kita merasa sangat membutuhkan pasangan hidup. Selain itu, kita juga bisa mempersiapkan diri menghadapi masa depan dengan lebih baik. Misalnya dalam menghadapi masa pensiun di usia paruh baya. Salah satu tugas perkembangan di tahap tersebut adalah mengembangkan aktivitas waktu luang. Hal ini sangat mungkin dijadikan kegiatan utama, bahkan sumber pendapatan di masa pensiun.
Simak
Baca secara fonetik

Kamus - Lihat kamus yang lebih detail




Sumber: Psychology - Papalia and others

KASIHILAH TUHAN ALLAHMU (tafsiran Ulangan 6:1-25)

BAB I
LATAR BELAKANG KITAB ULANGAN

A.    Pengantar kitab Ulangan
Sebagian besar orang Kristen maupun orang Yahudi meyakini bahwa kitab Ulangan ditulis oleh Musa sebelum kematiannya pada sekitar tahun 1405 SM. Tema kitab ini tentang ‘Pembaharuan Perjanjian’ dimana Musa menyampaikan pidato kepada orang Israel sebelum memasuki tanah Kanaan.
Kitab ini berisi amanat perpisahan Musa yang dalamanya ia mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Allah dengan Israel demi angkatan Israel yang baru. Mereka kini sudah mencapai akhir dari pengembaraahan dipadang gurun dan siap masuk kekanaan. Sebagian besar angkatan ini tidak mengingat paskah yang pertama, penyebrangan laut merah atau pemberian hukum digunung Sinai. Mereka memerlukan pengisahan kembali yang bersemangat mengenai perjanjian hukum taurat, dan kesetian Allah dan suatu pernyataan baru mengenai berbagai berkat yang menyertai ketaatan dan kutuk yang menyertai ketidaktaatan. Berbeda dengan kitab Bilangan yang mencatat pengembaraan “ angkatan keluaran” bangsa Israel yang memberontak selama 39 tahun, kitab ulangan meliputi masa yang pendek sekitar satu bulan pada satu tempat didaratan moab sebelah timur Yerikho dan sungai Yordan.
Ulangan ditulis oleh Musa ( 39: 9,24-26; bd 4: 44-46; 29:1) dan diwariskan kepda Israel sebagai dokumen perjanjian untuk dibacakan seluruhnya dihadapan seluruh bangsa setiap 7 tahun ( 31: 10-13). Musa mungkin menyelesaikan penulisan kitab ini menjelang kematiannya sekitar tahun 1405 SM. Bahwa Musa menulis kitab ini ditegaskan oleh:
1.      Pentateukh Samaria dan Yahudi
2.      Para penulis PL misalnya( Yos1:7;1 Raj 2: 3; 2 Raj 14:6; Ezra 3: 2; Nehemia 1: 8-9; Daniel 9: 11 )
3.      Yesus ( Mat 19: 7-9 ; Yoh 5:45-47) dan penulis perjanjian baru yang lain misalnya (Kis 3: 22-23; Rom 10: 19)
4.      Para cendikiawan Kristen zaman dahulu.
5.      Cendikiawan konservatif masa kini
6.      Bukti didalam kitab ulangan sendiri ( misalnya kesamaan susunan dengan bentuk-bentuk perjanjian yang ditulis pada abad 15 SM ) kisah kematian Musa ( pasal 34) sudah pasti ditambahkan segera sesudah peristiwa itu terjadi ( sangat mungkin oleh Yosua ) sebagai penghargaan yang layak bagi Musa, hamba Tuhan itu.
B.     Tujuan Kitab Ulangan
Sebelum menyerahkan kepemimpinan kepada Yosua untuk penaklukan Kanaan maksud Musa mula-mula ialah untuk menasehati dan mengarahkan angkatran Israel yang baru tentang :
1.      Perbuatan-perbuatan perkasa dan janji-janji Allah
2.      Kewajiban mereka bertalian dengan perjanjian untuk beriman dan taat
3.      Perlunya mereka menyerahkan diri untuk takut kepada Tuhan, hidup didalam kehendaknya serta mengasihi dan menghormati Dia dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan meraka.
 

 

BAB II
TAFSIRAN ULANGAN 6:1-25

A.    Takut akan Tuhan (6: 1-2)
Perintah yang sering kali diberikan kepada umat Allah dalam perjanjian lama “ takut akan Tuhan”. Pentinglah untuk memahami apa yang dimaksud perintah ini bagi kiita selaku orang percaya.perintah untuk “ takut akan Tuhan “ meliputih berbagai aspek berbeda dari hubungan seorang percaya dengan Allah.
Kata “ Takut” disini dalam bahasa Ibrani adalah  י ר א [3372] (yārē’)  yang menurut strong diotionary berarti to fear (takut), to revere, (memuja-muja) to frighten, (menjadi takut) to reverence (memberi penghormatan, menghormati). Jadi takut akan Tuhan bisa berarti memandang Dia dengan kekaguman dan penghormatan sebagai Allah karena kebesaran keagungan, kekudusan dan kuasa-Nya yang besar. Dengan kata lain takut akan Tuhan adalah menyadari bahwa Allah adalah yang maha kuasa sedangkan kita hanyalah ciptaan yang terbatas.
B.     Dengarlah hai orang Israel (6:4-9)
Bagian ini sering di sebut sebagai ”Shema” uang berasal dari bahasa Ibrani  ש מ ע [8085] (shāma)  yang berarti to hear intelligently (mendengarkan dengan penuh perhatian dan ketaatan), give ear (memberi telinga), understand (mengerti). bagian ini sangat di kenal orang yahudi pada zaman Yesus karena di ucapkan setiap hari oleh orang Yahudi yang saleh dan secara tetap dalam kebaktian di sinagoge. Shema ini merupakan pernyataan terbaik tetang kodrat monotheistis Allah dan merupakan pernyataan bangsa Israel (1) untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan dan (2) untuk mengajarkan iman mereka dengan tekun kepada anak mereka .
1.      TUHAN itu Allah, TUHAN itu Esa
Ayat ini bersama dengan ayat 5-9;11:13-21: Bilangan 15:37-41 mengerjakan monoteisme ; doktrin ini menegaskan bahwa Allah yang Esa dan benar, bukan kelompok dewa, yang berbeda-beda dan maha kuasa di antara semua dewa dan roh dunia ini (Kel.15 :11) Allah ini harus dijadikan satu-satunya kasih dan ketaatan Israel (Ayat 4-5) Aspek”Ke esaan” ini merupakan dasar dari larangan untuk menyembah dewa lainnya (Kel.20:3) ayat ini tidak bertentangan dengan pernyataan Allah Tritunggal dalam PB yang sekalipun hakikat, di manifestasikan sebagai Bapa, putra dan Roh kudus (Mat.3 :7, Mar.1:11 tentang tabiat Tritunggal Allah)

2.      Kasihilah Tuhan Allahmu.
Kata “kasih” dalam bahasa Ibraninya  א ה ב  [157] (āhab) yang berarti to have affection of (memiliki kasih saying), to love (mencintai) dan friend (sahabat). Allah mendambakan persekutuan dengan umat-Nya dan memberikan mereka suatu perintah yang sangat perlu ini untuk mengikat mereka kepada-Nya (1) Dengan menanggapi kasih-Nya dengan kasih, rasa bersyukur dan bergembiraan karena Dia dalam hubungan perjanjian. (2) “pada perintah utama dan pertama ini (Imamat 19:18) tergantunglah seluruh hukum taurat dan kitab para nabi (Mat.22:37-40). (3) ketaatan sejati adalah kepada Allah dan perintah-Nya di mungkinkan hanya apabila itu bersumber pada iman dan kasih kepada Allah.
3.      Apa yang Ku perintahkan engkau perhatikan.
Allah benar-benar menginginkan bahwa firman-Nya tersimpan dalam hati umat-Nya (Mazmur 119:11, Yesaya 31:33) Rasul Paulus menyatakan dengan jelas “hendaklah perkataanKu diam dengan segala kekayaannya antara kamu” (Kol.3:16, 2Timotius3:15-17) Hal ini hanya dapat dicapai dengan terus-menerus mempelajari hari lepas hari (Maz.119:97-100, Yoh.8:31-32) salah satu ialah membaca seluruh PB dua kali setiap tahun dan PL satu kali (Yesaya29:13, Yakobus 1:21)
4.      Mengajarkannya berulang-ulang
Mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu. salah satu cara utama untuk mengungkapkan kasih kepada Allah (Ayat5) ialah memperdulikan kesejahteraan rohani anak-anak kita dan berusaha menuntun mereka kepada hubngan yang setia dengan Allah.  Kata “mengajarkan” dlam bahasa Ibraninya  ש נ ן [8150] (shānan) yang berarti sharpen (menajamkan, meruncingkan), teach diligently (mengajarkan dengan tekun), whet (mengasah). (1) pembinaan rohani anak-anak seharus merupakan perhatian semua orang tua. (Maz.103:13;lukas1:17) (2) pembinaan rohani bersifat menyeluruh dan dalam segala situasi dan keadan Ayat7(3) Pembinaan rohani harus kreatif dan inovatif, dengan menuliskannya kepada tempat-tempat yang mudah dijangkau sehingga mudah diingat dan dilakukan. (4) tujuan dari pengarahan oleh orang tua ialah mengajar anak-anak untuk takut akan Tuhan, berjalan dengan jalan-Nya, mengasihi dn menghargai Dia serta melayani Dia dengan segenap hati dan jiwa.(10:12; Efesus 6:4).
Pada ayat-ayat selanjutnya (10-25) menyampaikan tentang implikasi bagi setiap orang yang senantiasa taat pada hukum-hukum Tuhan yaitu berkat melimpah dalam seluruh aspek kehidupan.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Ulangan pasal 26 ini sangat dikenal di kalangan orang Yahudi karena ini merupakan dasar utama tentang pendidikan anak. Dalam hubungannya dengan PB, Tuhan Yesus sendiri kurang lebih tiga kali mengutip dari bagian ini, yaitu tentang “hukum yang terutama dan yang pertama” (Mat. 22:37-40) serta dua kali dalam menghadapi cobaan iblis di padang gurun (Mat.4:7,10).

B.     Aplikasi
Kita sebagai orang yang percaya hendaknya menyadari bahwa Kasih kepada Allah merupakan kewajiban kita dan tentu saja hal ini tercermin dalam sikap kita sehari-hari. Mengasihi Allah, selain nyata dalam kasih kita kepada sesama manusia,  juga berarti patuh kepada otoritas yang telah ditetapkan Allah dalam kehidupan kita diantaranya orang tua, undang-undang Negara, peraturan sekolah dan lain-lain.


sumber: 
- Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, Malang: Gandum Mas
- The New Strong's Exhaustive Concordance of the Bible