Search This Blog

Thursday, November 11, 2010

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN


BAB I
PENDAHULUAN

Banyak aspek dari memori awal mencerminkan jenis-jenis masalah yang ditangani oleh para ahli psikologi perkembangan, yang belajar tentang stabilitas dan perubahan dalam perkembangan manusia sepanjang siklus hidup. Mereka percaya bahwa pertumbuhan dan perubahan yang mungkin pada setiap tahap kehidupan. Mereka memberikan perhatian khusus, misalnya, dengan cara pengembangan memori - dan mereka telah menemukan bahwa ingatan kebanyakan orang paling awal terjadi antara usia 3 dan 7, dan cenderung sama pada saudara kandung.

A. Bagaimana kita mempelajari perkembangan?
Ada dua cara tradisional dalam mengumpulkan data para ahli psikologi perkembangan yaitu:
1.    Metode cross – sectional: beberapa kelompok orang dengan usia yang berbeda dikomparasikan pada rentang waktu yang sama.
2.    Metode  Longitudinal: satu atau lebih orang pada lebih dari satu jenjang waktu , mengambil informasi  tentang perubahan dalam usia.
Setiap metode mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Sequential strategy  yang juga dikenal sebagai  metode cross – sequential telah berkembang untuk memecahkan beberapa masalah dari  cara  tradisional. Metode ini merupakan penggabungan dari dua metode diatas.
Hal-hal yang  mempengaruhi pertumbuhan dan panjangnya usia antara lain:
-          Keturunan. Panjangnya usia cenderung turun temurun.
-          Karakteristik tubuh. Mereka yang memiliki ukuran dan struktur tubuh rata-rata cenderung hidup lebih lama ketimbang mereka yang terlampau kurus atau gemuk dan tinggi atau pendek.
-          Seks. Sebagai kelompok, wanita lebih panjang usianya dari pada pria.
-          Ras. Di Amerika, orang-orang kulit hitam mempunyai harapan hidup yang lebih pendek daripada orang kulit putih.
-          Letak geografis. Orang-orang yang hidup di wilayah perkotaan dan pinggiran kota umumnya lebih panjang hidupnyadaripada orang yang hidup di pedesaan/pedalaman menyangkut fasilitas kesehatan yang ada.
-          Pendiddikan dan itelegensi. Orang yang berpendidikan cenderung lebih panjang umurnya dibanding mereka yang kurang berpendidikan.
-          Tingkat social ekonomi. Semakin tinggi tingkat social ekonomi seseorang, cenderung semakin panjang rentang hidupnya.
-          Kebahagiaan. Orang-orang yang cukup bahagia dan puas dengan pola kehidupannya, cenderung lebih panjang umurnya dibanding dengan orang yang tidak berbahagia.

B. Tahapan-tahapan perkembangan manusia yaitu:
  1. Masa prenatal
  2. Masa bayi & toddler ( lahir-3 tahun)
  3. Anak-anak awal (3-6 tahun)
  4. Anak-anak pertengahan (6-11 tahun)
  5. Remaja /adolescence (11-20 tahun)
  6. Young adulthood (20-40 tahun)
  7. Middle adulthood (40-65 tahun)
  8. Late adulthood (65 tahun ke atas)

 

BAB II
PERKEMBANGAN PRANATAL DAN ANAK-ANAK

  1. Perkembangan Pranatal (sebelum Kelahiran)
Menyadari bahwa apa yang terjadi sebelum kelahiran sangat penting untuk apa yang terjadi sesudahnya, para ilmuwan telah menemukan bahwa perkembangan sangat meningkat pada periode pralahir, ketika janin berkembang di dalam ibu. Pada bagian ini, kita akan melihat tiga tahap perkembangan janin, dan beberapa bahaya kehamilan.
1. Tahapan perkembangan janin
Tahap Germinal (zigot) - tahapan awal kehamilan sampai 2 minggu ditandai dengan pembelahan sel yang cepat dan meningkatnya kompleksitas organisme.
Tahap Embrio - tahap kedua kehamilan 2 sampai 8-12 minggu,
pengembangan sistem dan organ tubuh walikota.
Tahap Fetal - tahap akhir kehamilan 8-12 minggu sampai masa  kelahiran dicirikan oleh pertumbuhan yang cepat dan perkembangan lebih lanjut.
2. Bahaya dari perkembangan janin
Jika seorang wanita hamil berada di bawah stres, akankah bayinya terpengaruh? Bagaimana nutrisinya mempengaruhi anaknya yang belum lahir? Pengaruh dalam lingkungan prenatal mempengaruhi janin yang berbeda berbeda. Beberapa faktor cenderung menghasilkan cacat lahir pada beberapa kasus, namun memiliki efek sedikit atau tidak ada pada orang lain.
     Beberapa faktor diantaranya adalah:
     Gizi ibu
Seorang wanita, yang selama kehamilan dapat memiliki efek yang penting pada kesehatan masa depan anaknya. Perempuan yang memiliki ketidakstabilan nurtisi untuk waktu yang lama sebelum atau selama kehamilan lebih mungkin untuk mengalami komplikasi selama kehamilan dan persalinan, dan beresiko melahirkan bayi yang berat badannya tidak normal bahkana kematian bayi.
     Penyakit ibu
     Sejumlah penyakit yang diderita selama kehamilan dapat memiliki dampak serius pada perkembangan. Rubella (campak Jerman) sebelum minggu kehamilan kesebelas hampir pasti menyebabkan gangguan tuli dan hati pada bayi.
     Konsumsi obat ibu
     Seorang wanita yang sedang, hamil harus sangat berhati-hati menggunakan obat apapun, baik resep atau obat-obatan umum, dia perlu untuk mempertimbangkan efek dan resiko pada anaknya yang belum lahir terhadap setiap ketidaknyamanan yang dia rasakan, dan harus berkonsultasi dengan dokter tentang keamanan obat apa pun.
     Risiko yang terkait dengan ayah
      Kita masih perlu penelitian lebih lanjut tentang peran bawaan dari ayah dalam menyebabkan cacat lahir. Ini lebih banyak bersifat genetic (turunan), walau tidak menutup kemungkinan adanya penyebab lain.

3. Perkembangan Fisik Awal
Cara bayi bertambah tinggi dan berat badannya, terjadi bergelombang, termasuk perkembanga nkemampuan geraknya. Tetapi beberapa kemampuan lain kurang jelas, fakta yang telah menyebabkan orang meremehkan kemampuan bayi untuk melihat dan menanggapi berbagai peristiwa besar di dunia sehari-hari mereka. Penelitian dalam beberapa tahun terakhir, yang telah menggunakan berbagai teknik studi cerdas, telah menunjukkan bahwa bayi manusia adalah makhluk kecil yang sangat canggih. Meskipun mereka tergantung dalam banyak hal, mereka sangat kompeten.
4.    Pertumbuhan
      Selama 3 tahun pertama mereka, anak-anak tumbuh lebih cepat daripada masa yang lain sepanjang hidupnya. Pada tahun pertama, mereka biasanya berkembang tiga kali lipat dari berat lahir mereka, dari berat lahir rata-rata 7,5 pound untuk bayi penuh panjang normal sekitar 22 pound. Pada saat yang sama, mereka menambah tinggi badan mereka dengan sekitar satu setengah, dari panjang rata-rata kelahiran 20 inci sampai sekitar 30 inci. Antara tahun pertama dan ketiga, mereka tumbuh sekitar 8 inci dan 10 pound. Sedangkan anak laki-laki rata-rata lebih besar dan lebih berat daripada gadis, namun perbedaannya tidak signifikan.
     Pada tahapan ini, perkembangan dialami seorang individu dimulai pada saat bayi sampai mencapai umur 3 tahun. Perkembangan fisik meliputi beroperasinya semua sistem rasa dan tubuh dengan tingkatan yang bervariasi, perkembangan otak yang kompleks dan tingginya pengaruh lingkungan, pertumbuhan dan perkembangan fisik (ketrampilan) berlangsung dengan cepat. Perkembangan kognitif meliputi kemampuan  untuk belajar dan mengingat peristiwa yang saat ini terjadi, pengunaan simbol dan kemampuan untuk memecahkan masalah diakhir tahun ke-2, dan berkembangnya pemahaman dan bahasa dengan cepat. Perkembangan psikososial meliputi terbentuk hubungan kelekatan dengan orang tua, caregiver dan orang lain dengan kuat, berkembangnya sistem kewaspadaan diri, adanya perubahan dari ketergantungan menjadi mandiri. Meningkatkan ketertarikan dengan anak-anak yang lain yang seumuran.
B. Anak-Anak Awal (Early Childhood)
Rentang umur dalam tahap ini adalah 3-6 tahun. Perkembangan fisik meliputi  mengalami pertumbuhan fisik yang stabil, penampilan fisik menjadi lebih ramping dan proporsional seperti orang dewasa, biasanya terjadi berkurangnya nafsu makan dan kurang tidur, meningkatnya ketrampilan dan kekuatan gerakan. Perkembangan kognitif meliputi pemahaman mengenai perspektif orang lain berkembang, ketidakmatangan kognitif karena memiliki beberapa ide yang tidak logis mengenai dunia, berkembangnya memori dan bahasa, kecerdasan dapat diprediksi, mempunyai pengalaman belajar di preschool dan kindergarten. Perkembangan psikososial meliputi  konsep diri dan pemahaman emosi menjadi lebih kompleks, meningkatnya kemandirian, inisiatif, dan kontrol diri, berkembangnya identitas gender, permainan menjadi lebih imajinatif, elaboratif dan melibatkan orang lain (sosial), berkembangnya sifat menolong, agresif dan ketakutan.
C. Anak-Anak Pertengahan (Middle Childhood)
Tahapan ini dialami individu dimulai dari umur 6 sampai 11 tahun. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan fisik lambat, meningkatnya kekuatan dan ketrampilan atletis, mengalami masalah pada sistem pernafasan,tetapi umumnya kesehatan lebih baik di rentang kehidupan. Perkembangan kognitif meliputi menurunnya egosentris, anak mulai berfikir secara logis, tapi nyata, menigkatkan kemampuan memori dan bahasa, memasuki sekolah dasar, karena secara kognitif mengizinkan. Perkembangan psikososial meliputi konsep diri lebih konpleks, yang mempengaruhi sistem perhargaan dirinya, kontrol yang berubah dari orang tua ke anak (agak kurang diperhatikan kebutuhannya), pentingnya hubungan dengan teman sebaya.


BAB III
PERKEMBANGAN REMAJA SAMPAI DEWASA AWAL
A. Remaja (Adolescence)
Tahapan perkembangan ini dimulai sejak individu berumur 11 tahun sampai 20 tahun. Perkembangan fisik meliputi perubahan fisik dengan cepat, terjadinya kematangan alat reproduksi, meningkatnya gangguan makan (eating disorder) dan pengunaan narkoba dan obat-obatan terlarang dalam rangka pencapaian identitas diri. Perkembangan kognitif meliputi kemampuan berfikir abstrak, dan berkembangnya pengunaan alasan yang ilmiah, ketidakdewasaan berfikir dalam beberapa perilaku dan kebiasaan, pendidikan difokuskan untuk persiapan ke pendidikan yang lebih tinggi dan universitas. Perkembangan psikososial meliputi pencarian identitas termasuk identitas seksual, hubungan dengan orang tua baik, pergaulan dengan teman sebaya berdampak positif atau negatif.

B. Dewasa Awal (Young Adulthood)
Dewasa awal ini merupakan masa transisi masa remaja menuju dewasa. Masa ini disebut dengan “masa muda” (Kenniston dalam Santrock, 1995). Transisi ini ditunjukan dengan  kemandirian ekonomi dan kemandirian membuat keputusan ( karir, nilai-nilai, keluarga, hubungan, dan gaya hidup) dan merupakan transisi dari sekolah menengah menuju universitas. Tahapan perkembangan ini dimulai ketika individu berumur 20 tahun sampai 40 tahun
1. Perkembangan Fisik
Di masa ini, pemuda berada di puncak kesehatan, kekuatan, energi dan daya tahan, serta di puncak fungsi sensoris dan motoris, semua fungsi tubuh berkembang sempurna, ketajaman visual, intensitas rasa, bau, sensitif terhadap rasa sakit dan temperatur. Dan akan mengalami penurunan pada usia 45 tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan yaitu genetik, perilaku (apa yang dimakan, pola tidur, aktifitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang). Faktor yang tidak langsung seperti kondisi sosial-ekonomi, ras, gender dan hubungan dengan orang lain. Hal-hal ini memberi kontribusi besar pada kesejahreaan pada saat ini dan mendatang. Hubungan perilaku dan kesehatan mengambarkan hubungan antara aspek fisik, kognitif dan emosional.

2. Perkembangan Kognitif
Pikiran sehat menyatakan cara berfikir pemuda berbeda dengan anak-anak dan remaja. Pemuda melakukan beberapa percakapan yang berbeda, memahami materi yang lebih rumit, mengunakan pengalaman untuk memecahkan masalah.
Piaget : Pemuda mengalami pergeseran ke pemikiran post-formal. Pemikiran pada masa dewasa cenderung tampak fleksibel, terbuka, adaptif, dan individualistis. Tahap kognisi orang dewasa ini sering kali disebut pemikiran post-formal yang bersifat relatif. Pemikiran post-formal melihat bayangan abu-abu. Pemikiran tersebut sering kali muncul sebagai respon terhadap peristiwa dan interaksi membuka cara pandang tidak biasa terhadap sesuatu dan menantang pandanan sederhana terpolarisasi terhadap dunia. Pemikiran tersebut memungkinkan orang dewasa melampaui sistem logika tunggal dan mendamaikan atau memilih diantara beberapa ide yang saling berlawanan.
Schaie: Model Rentang Kehidupan Perkembangan Kognitif. Model schaie melihat perkembangan penggunaan inteletual dalam konteks sosial. Tujuh tahapnya berkaitan dengan tujuan yang muncul ke permukaan dalam berbagai tahap usia. Tujuan ini bergeser dari penguasaan informasi dan keterampilan (apa yang harus saya ketahui) kepada intergrasi praktis pengetahuan dan keterampilan (bagaimana menggunakan apa yang saya ketahui) untuk mencari makna dan tujuan (mengapa saya harus tahu).

Pendidikan dan Pekerjaan
Bagi pemuda, keterbukaannya terhadap pendidikan atau lingkungan kerja baru menawarkan peluang untuk mengasah kemampuannya, mempertanyakan asumsi yang sudah dipegang sejak lama, dan mencoba cara baru memandang dunia.
Memasuki dunia kerja. Penyesuaian pertama adalah memilih bidang yang cocok dengan bakat, minat dan faktor psikologis lainnya yang secara hakiki sulit dipungkiri agar kesehatan mental dan fisiknya sebagai orang dewasa dapat terjaga. Penyesuaian kedua adalah pilihan jurusan harus dilakukan dengan mantap. Seberapa jauh tingkat kemantapan pemilihan jurusan bagi seseorang bergantung pada tiga faktor, yaitu pengalaman pekerjaan, daya tarik pribadi terhadap perkerjaan, dan nilai yang terkandung pada pekerjaan yang dipilih.
Riset otak memberikan penjelasan bagaimana orang menghadapi pekerjaan yang kompleks. Perkembangan yang sempurna pada lobus frontal pada masa dewasa awal telah memungkinkan orang untuk melakukan pekerjaan dalam satu waktu. Magnetic resonance imaging mengungkapkan bagian paling depan lobus frontal, fronto-polar prefrontal cortex (FPPC) memiliki fungsi khusus dalam memecahkan masalah dan perencanaan.
Pendidikan dan literasi orang dewasa. Banyak orang dewasa ini yang berusaha meningkatkan keterampilan kerja mereka. Literasi merupakan persyaratan fundamental untuk berpartisipasi bukan hanya di tempat kerja tapi juga dalam segala segi masyarakat informasi modern. Orang dewasa terpelajar adalah mereka yang dapat menggunakan informasi cetak dan tertulis untuk berativitas dalam masyarakat, mencapai target mereka, dan mengembangkan pengetahuan dan potensi mereka.
3. Perkembangan Psikososial
Tahap perkembangan psikososial Erikson, masa dewasa awal ini berada pada tahap ke-6 yaitu “intimidasi vs isolasi”, Jika seorang dewasa awal tidak dapat membuat komitmen personal yang dalam terhadap orang lain, maka mereka akan terisolasi dan terpaku pada kegiatan dan pikiran sendiri (self absorb). Akan tetapi, mereka juga butuh kesendirian sebagai upaya merefleksikan kehidupan meraka. Ketika mereka berusaha menyelesaikan tuntutan saling berlawanan dari intimidasi, kompetisi dan jarak, mereka mengembangkan pemahaman etis, yang dianggap Erikson sebagai tanda kedewasaan. (Papalia et al, 2007)
4. Pernikahan & Menjadi Orang Tua
Pernikahan dianggap cara terbaik menjamin keteraturan dalam membesarkan anak. Pernikahan memungkinkan pembagian dalam hal konsumsi dan pekerjaan. Pernikahan menawarkan intimasi, komitmen, persahabatan, kasih sayang, pemuasan seksual, pendampingan dan peluang bagi pertumbuhan emosional, serta sumber identitas dan kepercayaan diri.  Kehadiran seorang anak merupakan kebahagiaan tersendiri dan mengembangkan kecemasan dan tanggung jawab akan masa depan anaknya.


BAB IV
DEWASA AKHIR SAMPAI KEMATIAN
DAN KESIMPULAN

Dewasa Akhir – Kematian
Tentu saja tidak ada batas yang jelas ketika usia tua dimulai. Seorang wanita yang masih tampak kuat dengan usia 55 tahun mengeluh "Saya harap saya tidak pernah merasa setua ini.” Beberapa orang telah menjadi tampak tua pada usia 50 tahun dan ada yang masih kuat sampai sekitar 75 tahun.
Ciri-ciri umum yang terjadi pada usia tua adalah:
·         Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik
·         Menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi karena pensiun dan berkurangnya penghasilan
·         Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup
·         Menerima fakta bahwa dirinya termasuk golongan lanjut usia dan mencari kelompok seusia
·         Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara fleksibel
·         Merasa puas terhadap lingkungan hidup yang mungkin diatur orang lain.

Kesimpulan
Dengan memahami konsep tugas perkembangan, kita akan lebih mudah memahami dan menerima dinamika perjalanan hidup yang telah kita lalui. Kita menjadi lebih lebih mudah memahami mengapa di masa remaja kita selalu memberontak kepada orang tua maupun guru, atau mengapa di usia 25 tahunan kita merasa sangat membutuhkan pasangan hidup. Selain itu, kita juga bisa mempersiapkan diri menghadapi masa depan dengan lebih baik. Misalnya dalam menghadapi masa pensiun di usia paruh baya. Salah satu tugas perkembangan di tahap tersebut adalah mengembangkan aktivitas waktu luang. Hal ini sangat mungkin dijadikan kegiatan utama, bahkan sumber pendapatan di masa pensiun.
Simak
Baca secara fonetik

Kamus - Lihat kamus yang lebih detail




Sumber: Psychology - Papalia and others

No comments:

Post a Comment