Search This Blog

Monday, February 4, 2013

YESUS MENGUTUS 70 MURID (Tafsiran Lukas 10:1-12)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengantar Injil Lukas
Injil Lukas adalah kitab pertama dari kedua kitab yang dialamatkan kepada seorang bernama Teofilus (Lukas 1:1,3 ; Kis 1:1). Walaupun nama penulis tidak dicantumkan dalam dua kitab tersebut, kesaksian yang bulat dari kekristenan mula-mula dan bukti kuat dari dalam kitab-kitab itu sendiri menunjukkan bahwa Lukaslah yang menulis kedua kitab itu.
Rupanya Lukas adalah seorang petobat Yunani, satu-satunya orang bukan Yahudi yang menulis sebuah kitab di dalam Alkitab. Roh kudus mendorong dia untuk menulis kepada Teofilus (artinya : seorang yang mengasihi Allah) guna memenuhi suatu kebutuhan dalam jemaat yang terdiri atas 2 bagian:
1. Kelahiran, kehidupan, dan pelayanan, kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus (Injil Lukas), dan
2. Pencurahan Roh kudus di Yerusalem dan perkembangan selanjutnya dari Gereja mula-mula (Kisah Para Rasul)
Kedua kitab ini merupakan lebih dari seperempat bagian dari seluruh kitab Perjanjian Baru. Dari surat-surat Paulus kita mengetahui bahwa Lukas adalah seorang “yang kekasih”, seorang dokter (Kolose 4:14) dan seorang teman sekerja Paulus yang setia (2 Tim 4:11)
Dari penulisan Lukas sendiri kita mengetahui bahwa ia seorang yang berpendidikan tinggi, penulis yang terampil, sejarahwan yang teliti dan teolog yang di Ilhami ketika ia menulis injilnya. Agaknya Gereja bukan Yahudi belum memiliki Injil yang lengkap, atau yang tersebar luas mengenai Yesus. Matius menulis Injilnya pertama-tama bagi orang Yahudi, sedangkan Markus menulis sebuah Injil yang singkat bagi Gereja di Roma. Orang percaya bukan orang Yahudi yang berbahasa Yunani memang memiliki kisah-kisah lisan mengenai Yesus diceritakan oleh para saksi mata, juga intisari tertulis yang pendek tetapi tidak suatu Injil yang lengkap dan sistematis (Lukas 1:1-4). Barangkali Lukas mengerjakan penelitiannya (Lukas 1:3) di Palestina, sementara Paulus berada di Penjara Kaisarea (KPR 21: 17) dan menyelesaikan Injilnya menjelang akhir masa itu atau segera setelah ia tiba di Roma bersama dengan Paulus (Kis 28:16) kira-kira pada tahun 60 – 63 M.




B. Tujuan
Lukas menulis Injil ini kepada orang-orang bukan Yahudi guna menyediakan suatu catatan yang lengkap dan cermat. Tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan di ajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat (Kis. 1:1b-2a). Lukas yang menulis dengan Ilham orang lain yang ingin mengetahui kebenaran akan mengetahui dengan pasti kebenaran yang tepat yang telah diajarkan kepada mereka secara lisan (Lukas 1:3-4). Dalam kitab Lukas, Yesus dengan jelas terlihat sebagai juruselamat Ilahi-Insani yang menjadi jawaban Allah bagi kebutuhan segenap keturunan Adam akan selamat.




BAB II
YESUS MENGUTUS TUJUH PULUH MURID
(TAFSIRAN LUKAS 10 : 1 – 12)

Judul ini diambil dari ayat 1, yang diceritakan dalam perikop ini mirip dengan pengutusan kedua belas belas murid atau pengikut Yesus dalam Lukas 9:1-6, termasuk beberapa petunjuk yang diberikan Yesus kepada mereka. Ketujuh puluh pengikut itu diutus ke kota-kota yang kelak akan dikunjungi oleh Yesus sendiri. Mereka disuruh untuk mempersiapkan orang di kota-kota tersebut agar dapat menerima kunjungan Yesus kemudian.
Perjalanan Pengikut-pengikut yang diutus itu dianggap sangat mendesak sehingga mereka harus memusatkan tenaga dan pikiran mereka dan mereka harus menghindarkan semua gangguan yang mungkin akan menggagalkan tugas mereka.
A. Pengutusan dan Persiapan (ayat 1 – 4)
TB.10:1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahuluiNya ke setiap kota dan tempat yang hendak di kunjunginya.
Kemudian dari pada itu atau lebih sederhana Setelah itu. Kata-kata ini menunjuk kepada perikop di atas bagaimana dibicarakan sikap orang orang dalam. Mengikuti Yesus. Ketujuh puluh orang yang diutus yang disebut dalam ayat ini dapat dianggap tidak mempunyai sikap ragu-ragu seperti diatas.
Tuhan: Artinya yang kuasa dan wewenang-Nya diakui sepenuhnya.
Menunjuk tujuh puluh murid yang lain: ini berarti selain dari yang dua belas orang yang sebelumnya sudah di tunjuk. Dalam BIMK Memilih Tujuh puluh pengikut lagi, yang jelas menunjukan bahwa ke tujuh puluh pengikut ini merupakan tambahan dari yang sudah ada. Dalam BIMK Ada catatan kaki yang mengatakan bahwa beberapa naskah Yunani kuno lainnya ada pula yang mengatakan tujuh puluh dua. Perlu diketahui bahwa angka tujuh puluh merupakan angka yang penting di kalangan bangsa Yahudi misalnya tujuh puluh para tua-tua Israel (Kel 24:1, Bil 11:16). Tidak diketahui apakah diantara yang ketujuh puluh itu ada juga perempuan atau tidak. sebaiknya dipakai istilah yang netral, sehingga dapat berarti laki-laki atau perempuan.
Mengutus atau ‘’Menugaskan”.
Berdua-dua atau “ dua orang dalam satu kelompok”. Setiap kelompok tentu pergi ke kota atau kampung dan tempat yang berbeda. Untuk menegaskan hal ini ayat ini dapat disusun kembali menjadi : Setelah itu Tuhan Yesus memilih tujuh puluh pengikut lagi lalu mengutus mereka berdua-dua pergi lebih dahulu ke berbagai kota dan tempat yang hendak Dia kunjungi. Selain untuk bekerja sama dengan baik, pengutusan berdua-dua juga merupakan penegasan kesaksian dalam kehidupan masyarakat Yahudi.
TB: 10:2 Kata-Nya kepada mereka : ‘’ Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit karena itu mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
Tuaian memang banyak: Ini adalah Kiasan yang menggambarkan bahwa sudah banyak orang siap untuk dibawah masuk ke dalam kerajaan/ Pemerintahan Allah. Hal iti dilakukan dengan memberitakan Injil atau kabar baik. Kiasan tersebut diambil dari lingkungan pertanian, yang menggambarkan suatu keadaan yang mendesak, karena musim menuai sudah tiba dan kalau kesempatan yang baik itu tidak di pergunakan, Tuaian akan gugur, dan sang petani akan rugi. Di daerah pertanian tertentu, ungkapan tersebut lebih mudah di mengerti kalau dikatakan “ Ladang yang hendak di tuai sungguh luas”. Atau : “ betapa luasnya ladang yang hendak di tuai”. Bandingkan dengan BIMK, Yang juga memakai kata ladang dalam kalimat kedua di ayat ini. Dalam bahasa lain dikatakan: “ Banyak yang harus dituai”. Waktu yang “ mendesak “ hendaknya tercermin dalam terjemahan.
Tetapi pekerja sedikit: Kata penghubung tetapi menunjukan suatu perbedaan yang tajam antara banyaknya Tuaian dan sedikitnya pekerja. Yang dimaksud dengan pekerja ialah pekerja untuk menuainya BIMK. Untuk mengungkapkan keadaan antara ke dua hal tersebut dapat juga di tulis misalnya “ Di satu pihak banyak yang harus di tuai tetapi di pihak lain hanya sedikit pekerja untuk menuainya”.
Tuan yang empunya tuain dapat di terjemahkan menjadi : “ Pemilik ladang yang hendak di tuai”. Yang dimaksudkan sebagai pemilik adalah Allah.
Mengirimkan Pekerja-Pekerja untuk tuaian itu atau: “ Menyuruh orang-orang untuk menuai di ladanyaNya “. Dalam bahasa-bahasa tertentuh mungkin ada istilah-istilah khusus untuk pekerja-pekerja yang menuai hasil pertanian tertentuh, atau kadang-kadang tergantung dari alat yang mereka pakai untuk menuai. Misalnya orang yang menuai dengan memakai “sabit” atau “ ketam” atau” ani-ani “ disebut “ pengetam “. Namun penerjemah harus hati-hati pulah supaya jangan sampai istilah itu justru tidak berarti sama dengan penuai, yaitu orang yang bekerja mengumpulkan hasil ladang. Misalnya istilah penyabit jangan sampai berarti penyabit rumput. Penerjemah dapat memakai istilah-istilah tersebut bila perlu.
Kalau terjemahan yang berupa kiasan atau metafora seperti ini tidak dapat di mengerti oleh pembaca maka penerjemah dapat membuat catatan kaki untuk menjelaskan : “ Tuaian .” menggambarkan orang-orang yang siap masuk ke dalam kerajaan Allah.; “ pekerja’ adalah orang-orang yang di utus memberitakan Injil atau kabar baik kepada orang-orang itu.
TB: 10:3 Pergilah, sesunggunya aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
Pergilah atau “sekarang berangkatlah”
Sesunggunya aku mengutus kamu: atau: “ketahuilah bahwa aku mengutus kalian”, “ingatlah bahwa...”
Seperti anak domba ke tengah-tengah serigala: Yesus menggambarkan pengikut-pengikutnya bagaikan anak domba yang lemah dan orang-orang lain yang mereka hadapi bagaikan serigala yang ganas. ( kata Yunani yang diterjemahkan sebagai serigala disini berbeda dengan “serigala” yang disebut dalam Lukas 9:58.) Kata serigala dapat di terjemahkan menjadi:” anjing hutan yang ganas:. Cara lain ialah tetap mempertahankan kata serigala tetapi di lengkapi dengan sifatnya, sehingga ungkapan diatas menjadi:” seperti anak domba yang lemah ketengah-tengah serigala yang ganas.
TB: 10:4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.
Pundi-pundi, dalam BIMK Diterjemahkan sebagai dompet atau istilah umum seperti: “tempat uang”.
Bekal: yang dimaksud ialah kantong atau tas yang biasa dibawa oleh orang yang bepergian sebagai tempat perbekalan, jadi dalam konteks ini agaknya kurang cocok kalu diterjemahkan seperti BIMK Kantong sedekah.
Kasut atau “ sandal” yang terbuat dari bahan Kulit yang di kenakan untuk melindungi kaki (sepatu, BIMK). Yesus tidak melarang memakai “ sandal “ atau sepatu, tetapi yang di larang ialah membawa sepatu cadang atau tambahan.
Maksud dari seluruh perinta ini ialah agar mereka jangan membawa barang-barang atu pesediaan yang biasanya di nggap sangat penting dalam perjalanan. Mereka sepenuh nya harus bergantung pada pemeliharaan Allah. Bagian ini dapat di terjemahkan menjadi:” Janganlah maembawa tempat uang, tas atau sandal tambahan.
Janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan: yang dilarang ialah memberi salam selama dalam perjalanan. Maksudnya ialah bahwa mereka harus langsung pergi ke tujuan mereka dan jangan gara-gara memberi salam secara berlebihan, mereka terlambat atau terhalang sampai ke tujuan. Jadi ayat ini dapat diterjamahkan menjadi:
Janganlah membawa dompet atau tas tempat bekal atau pun sepatu. Janganlah biarkan dirimu terhalang ketika pergi ke tempat yang engkau tuju akibat memberi salam kepada orang-orang yang kau temui dalam perjalanan.
B. Tentang Salam (ayat 5 – 6)
TB: 10:5 Kalau kamu memasuki suatu rumah katakana lebih dahulu: damai sejahtera bagi rumah ini.
Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah terlebih dahulu: ini dapat di susun menjadi:” sebelum kalian masuk ke rumah seseorang katakanlah ( begini)”:
Damai sejahtera bagi rumah ini: Ini adalah salam yang biasa di ucapkan oleh orang Yahudi. Damai sejahtera adalah terjemahan dari bahasa Yunani yang berarti” tenang; aman,tanpa permusuhan,sehat, makmur atau sejahtera “. Inilah yang diharapkan terjadi pada setiap orang yang ada dalam rumah itu. Rumah ini berarti “ salam sejahtera bagi seluruh keluarga anda”. Dalam beberapa bahasa, salam ini mungkin akan menjadi:” semoga Tuhan memberkati kalian sekeluarga”, atau:” semoga semuanya baik bagi kalian”.
TB 10:6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
Dan jikalau disitu ada orang yang layak menerim damai sejahtera: terjemahan harfiah dari bahasa yunaninya adalah sebuah kiasan, yaitu “ kalau disitu ada anak damai” (KJV: son of peace). Arti dari kiasan ini ialah: “ kalau ada orang yang cintai damai ‘ atau..orang yang suka damai. Ungkapan itu dapat menjadi: “ jika seorang pencinta damai ada di rumah itu”.
Salammu itu akan tinggal atasnya: Dalam BIMK Kata salammu di uraikan lebih jauh sehingga: Salam damaimu itu. Maksudnya ialah bahwa “Allah betul-betual akam membuat keluarga itu damai dan sejahtera “
Tetapi jika tidak: Selengkapnya ungkapan ini berati: “tetapi jika di dalam rumah itu tidak ada orang cinta damai”.
Salammu itu kembali kepadamu: Dalam BIMK kalimat berita ini juga menjadi kalimat perintah tariklah kembali salam damaimu itu. Melihat bentuk bahasa Yunaninya, maka pernyataan ini lebih baik dipertahankan seperti TB, dan dapat pula di buat menjadi:” maka salammu itu akan kembali kepadamu.”
C. Upah Pekerja (ayat 7 – 8)
TB 10:7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang di berikan orang kepadamu sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
Tinggallah dalam rumah itu: Yang di maksud dengan rumah itu ialah rumah yang menerimah mereka, rumah yang penghuninya cinta perdamaian oleh karena itu, terjemahannya dapat di buat menjadi: tinggllah dalam rumah orang yang mau menerimah kalian”.
Makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu: Kata diberikan lebih cocok kalau diganti dengan dihidangkan dalam bahasa in donesia karena ini berkaitan dengan makan dan minun. Jadi, ungkapan ini dapat di buat menjadi:” makan dan minumlah apa yang di hidangkan orang kepadamu”. Ini adalah suatu ungkapan supaya baergembira untuk memperoleh apa yang dihidangkan kepada mereka.
Sebab seorang pekerja patut mendapat upanya: ini adalah sebuaah pepatah yang umum. Pepatah ini dimaksudkan untuk memberikan semangat kepada paengikut-pengikut Yesus bahwa walaupun mereka tidak membawa bekal dalam perjalanan kebutuhan mereka akan di cukupi. Patut dapat juga diterjemahkan menjadi:” layak” atau “wajar” atau berhak. Kata upah juga berarti.” Imbalan”. alaupuWn upah dapat berarti sejumlah uang yang di bayarkan bagi seorang pekerja, dalam konteks ini bukan itu yang dimaksud, tetapi kebutuhan sehari-hari yang cukup.
Janganlah berpindah-pindah rumah: Terjemahan BIMK lebih dekat dengan bahasa Yunaninya. jangan berpindah-pindah dari satu rumah kerumah yang lain.ada berbagai alasan untuk berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain, misalnya: karena takut telalu membebani tuan rumah karena di undang oleh orang lain; atau merasa kurang puas atas pelayanan tuan rumah. Apapun alasannya mereka tidak boleh meninggalkan rumah yang mula-mula menerimah mereka.
TB: 10:8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebua kota dan kamu diterima disitu makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
Disini perhatian dialihkan ke kota-kota yang akan mereka kunjungi sedangkan ayat lima sampai tuju bagaimana sikap mereka terhadap rumah atau keluarga yang mereka temui.
Diterima:BIMK Menerjemakannya dengan disambut. Kata ini agaknya terlalu berlebihan karena disambut dapat memberi kesan bahwa ada upacara penyambutan atau disambut dengan rame-rame. Oleh karena itu lebih baik memakai kata diterima. Kalimat pasif dapat juga di ubah menjadi kalimat aktif misalnya:” kalau kalian masuk ke sebuah kota dan orang menerima kalian (dengan baik) di kota itu...”, orang meminta kalian tinggal bersama mereka”,..yang mengajak kalian singgah “.
Makanlah apa yang dihidangkan kepadamu: ungkapan ini hampir sama dengan yang di katakan dalam ayat tujuh tetapi di sini tidak disebutkan”Minum”. Ungkapan ini dapat disusun ulang menjadi:”makanlah apa yang orang hidangkan kepada kalian” atau:” makanlah makan yang orang hidangkan kepada kalian tanpa ragu-ragu.
D. Inti Pemberitaan (ayat 9 – 12)
TB :10:9 Dan sembukanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: kerajaan Allah sudah dekat padamu,
Ayat ini lebih baik dibuat sebagai kalimat baru seperti BIMK. Katakanlah kepada mereka: Ini berarti bahwa yang di maksud dengan mereka bukan hanya orang sakit yang disembuhkan itu tetapi juga semua penduduk kota itu. BIMK menerjemahkan orang-orang di situ jadi, bagian awal ayat ini dapat di terjemahkan menjadi: “sembuhkanlah orang-orang yang sakit di kota itu dan beritakanlah kepada penduduk kota itu”.
Kerajaan Allah sudah dekat padamu: Kerajaan Allah dapat di terjemahkan menjadi :” pemerintahan Allah”. Kadang-kadang kerajaan Allah berarti kenyataan hidup yang dapat dialami pada masa kini sebagai pengikut Yesus Kristus pada masa yang akan datang, dan kadang-kadang berarti kehidupan kekal yang sejati bersama Allah. Sudah dekat padamu menurut bahasa Yunaninya ungkapan ini berarti:”sudah tiba” atau” sudah ada di sini”.jadi ungkapan ini dapat juga di terjemahkan menjadi :” sudah tiba saatnya Allah memerintah sepenunya atas kalian” atau:”waktunya sudah tiba Allah ,menjadi Raja bagi kalian”. Penerjemah bisa memilih mana yang lebih kuat dampaknya bagi pembaca dalam bahasa sasaran apakah” memerintah” atau” menjadi Raja.
TB:10:10-11 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterimah di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan seruhkanlah: (11) juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: kerajaan Allh sudah dekat.
Dalam kedua ayat ini Yesus memberikan petunjuk bagaimana seharusnya tindakan pengikut-pengikutnya terhadap kota-kota yang tidak mau menerimah mereka. Mereka harus memberikan peringatan secara terbuka dan terang-terangan kepada penduduk kota itu.
Pergilah ke jalan-jalan raya kota itu. maksudnya ke tempat terbuka di mana orang banyak bisa melihat dan mendengar apa yang mereka katakan. Di daerah-daerah tertentu mungkin tidak ada jalan-jalan raya di kampung atau di desa sehingga yang lebih cocok mungkin adalah” pergilah ke tengah lapangan di dalam desa”.
Seruhkanlah:” katakanlah dengan suara yang keras”.
Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu: Walaupun artinya sama kata Yunani yang dipakai di sini berbeda dengan yang dipakai di lukas 9:5 di ayat ini kata Yunani yang dipakai adalah” menghapus”, “ melepaskan” atau “ membersihkan”, sedangkan di Lukas 9:5 kata yang di pakai adalah” mengebaskan”. “ menghapus” atau” mengebaskan debu dari kaki adalah suatu cara untuk menunjukan suatu penolakan dan peringatan terhadap orang atau penduduk kota yang dimaksud. Ungkapan ini dapat disusun ulang menjadi:” kami membersihkan debu kota ini dari kaki kami untuk memperingatkan kalian” atau:”... dari kaki kami sebagai suatu peringatan bagi kalian.
Tetapi ketahuilah ini: kerajaan Allah sudah dekat: Dalam ungkapan ini ada arti tersirat “tetapi walaupun menolak kami”, sehingga ungkapan ini terjemahan ini menjadi: “Tetapi walaupun menolak kami ketahuilah sudah tiba saatnya Allah memerintah disini”, atau: “tetapi walupun kalian menolak kami ketahuilah bahwa sudah tiba saatnya Allah memerintah sebagai Raja ditengah-tengah kalian”
TB:10:12 Aku berkata kepadamu : pada hari itu sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.
Aku berkata kepadamu atau BIMK ingatlah. Kata-kata ini dan ucapan berikutnya adalah kata-kata Yesus kepada pengikutnya-pengikutnya
Pada hari itu: yang dimaksud ialah pada waktu Allah menghakimi dunia ini . Terjemahanya dapat menjadi seperti dalam BIMK atau “pada akhir zaman.
Sodom adalah sebuah kota yang terletak dekat laut mati yang dihukum dan dihancurkan dengan cara dibakar habis oleh Allah dengan api karena kejahatan penduduknya (Kejadian 19).
Sodom akan lebih ringan tanggunganya : “hukuman atas penduduk kota Sodom akan lebih ringan dari pada hukuman terhadap penduduk kota itu”, atau dapat dibalikkan, “hukuman atas penduduk kota itu lebih berat dari pada hukuman atas penduduk kota Sodom”.

BAB III
APLIKASI

Sebagai pengikut Kristus, kita harus senantiasa taat kepada-Nya. Ketika Tuhan Yesus memberi perintah pada kita, itu berarti Dia memberikan jaminan penyertaan sehingga kita tidak perlu kuatir akan kebutuhan-kebutuhan yang ada. Setiap orang percaya seharusnya membawa damai sejahtera dimanapun dia berada dan senantiasa menjadi berkat bagi setiap orang yang dilayani.
Dengan ini juga kita diajarkan untuk senantiasa menghormati setiap hamba Tuhan yang melayani dengan menyiapkan kebutuhannya sesuai dengan kemampuan kita. Sebagai utusan Tuhan, orang percaya memiliki otoritas rohani dalam Kristus sehingga penolakan terhadap utusan Tuhan sma halnya dengan menolak Sang Pengutus.

No comments:

Post a Comment