Search This Blog

Loading...

Wednesday, March 23, 2011

JOHANN HEINRICH PESTALOZZI PENDIRI SEKOLAH DASAR MODERN

Dari Buku Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen Oleh: Robert R. Boehlke, Ph. D.


BAB I
RIWAYAT HIDUP JOHANN HEINRICH PESTALOZZI

Johann Heinrich Pestalozzi lahir dan dibesarkan di Zurich Swiss pada tanggal 12 Januari 1746. Dia berasal dari keluarga Protestan, ayahnya seorang doctor yang meninggal waktu Heinrich berumur enam tahun dan hanya meninggalkan sedikit warisan.
Setiap liburan, Heinrich tinggal dengan kakeknya, seorang pendeta Protestan yang melayani di desa. Hal inilah yang mendorong Heinrich untuk menjadi pendeta namun keinginan ini buyar setelah dia lupa akan isi khotbahnya pada saat membawakan khotbah di depan ujian klasis. Sebelumnya dia juga pernah berbuat kesalahan dalam menuntun para hadirin mengucapkan “doa Bapa kami”.
Heinrich kemudian beralih ke bidang hukum agar dapat masuk ke dalam pemerintahan dan meyusun undang-undang yang memihak kaum lemah. Namun hal ini kembali menemui kegagalan karena keterlibatannya dalam kelompok politis yang dianggap radikal oleh pemerintah.
Pestalozzi kemudian menjalin hubungan dengan Anna Schulthess namun hubungan mereka tidak direstui orang tua Anna karena Pestalozzi seorang pengangguran miskin. Pestalozzi kemudian belajar tentang pertanian dan bisa meyakinkan keluarga Anna sehingga mereka menikah pada tanggal 30 September 1769.Pestalozzi kemudian membuka lahan pertanian di Neuhof namun kembali usaha pertaniannya tidak berhasil karena terjadi perselisihan dengan tetangga mereka yang mayoritas peternak.
Melihat kemalangan anak-anak di sekitarnya dan melihat rumahnya yang setengah kosong, Pestalozzi kemudian mendirikan sekolah bagi anak-anak miskin dan mengajarkan tiga tujuan yaitu: memperbaiki akhlak para pelajar, mendidik untuk dapan membaca, menulis dan berhitung dan melatih anak-anak keterampilan yang bisa menolong mereka keluar dari kemelaratan. Hasil dari keterampilan mereka gunakan untuk membiayai sekolah namun karena tidak bisa mandiri, sekolah itupun ditutup.
Pestalozzi juga gagal mengurus rumah tangganya ketika dia menjadi pengangguran dan anaknya memiliki keterbelakangan mental sehingga orang-orang sempat menganggap bahwa Pestalozzi gila. Namun karena bantuan dan motifasi dari teman-temannya, dia bisa mendapat kesempatana menuangkan idenya dalam lomba menulis sehingga orang-orang mulai mengenal karyanya.
BAB II
DASAR PENDIDIKAN

A. Pandangan Teologis
Pestalozzi tidak sabar dengan system dogmatis yang berlaku dalam gereja Reformasi pada saat itu. Dimana para pendukung system tersebut hanya bisa dan rajin menyusun ajaran teologis “benar” saja daripada mewujudkannya ajaran tersebut kedalam kehidupan sehari-hari. Pestalozzi adalh seorang Kristen yang mentaati kedua hukum ilahi yang diutamakn kembali oleh Yesus:”Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa. Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang yang lebih utama daripada kedua hukum itu.” Pestalozzi sangat menghayati kedua hukum ini.
Pestalozzi memakai pengertian sederhana tentang iman Kristen. Dalam tulisannya, Pestalozzi mempunyai lima pokok utama yang mencolok:
1) Kepercayaan Kepada Allah
Jika Allah Bapa bukan lah Bapa kita, maka tidak ada dasar yang dapat dipercayai untuk menghadapi tantang hidup ataupun mengembangkan pendidikan yang berhasil. Dalam Amsal 1:7 dituliskan“takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”
2) Alam Sebagai Pedoman
Pesatalozzi sangat bertolak belakang denga pendapat Rousseau yang memilki pandangan yang baik terhadap alam dalam pendidikan. Pestalozzi tidak memiliki pandangan seindah itu terhadap alam. Pestalozzi tidak mengaggap alam sebagai kekuatan yang merdeka, seakan-akan alamalam itu berdiri atas kekuatannya sendiri, sedngkan pencipta alam adalah Allah sendiri. Jadi bagi Pestalozzi alam tersebut bergantung kepada kehendak Allah.
3) Yesus Sebagai Juruselamat Dunia
Nama Allah dan Yesus terus dimasukkan kedalam karyanya, hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya hubungan dengan Yesus baginya. Pestalozzi betul-betul hidup untuk melayani orang-orang yang paling hina. Dan dia sangat mengharapkan tindakan-tindakan yang serupa dilakukan oleh para pendidik-pendidik lainnya. Dan hendaknya berpatokan kepada Tuhan Yesus Kristus.
4) Manusia: Jati Diri dan Tugasnya
Jati diri manusia dibahas dalam tiga pokok yakni:
a) Sebagai makhluk dari alam
Yaitu Pestalozzi ingin mengarahkan jati diri manusia sebagai makhluk dari alam, untuk menghilangkan dasar bagi manusia yang membuat manusia kedalam kelas social. Karena semua orang memiliki struktur jasmani yang sama. Dari segi pembawaan almiah memang terdapat perbedaan, tetapi setiap manusia berhak untuk bertahan hidup sekalipun dari orang terpelajar yang sangat rendah dengan seluruh hasil alam yang ada. Yang sangat dibutuhkan dalam hal ini ialah kesadaran setiap orang sebagai makhluk yang bersosial.
b) Sebagai makhluk social
Terkadang orang-orang menyerahkan sebagian kemerdekaanya atau apa yang dia punya untuk meproleh keamanan. Orang yang mempunyai harta akan lebih tinggi dari mereka yang tidak punya atau bisa disebut seperti seorang raja. Sedangkan dalam hati manusia selalu timbul kebutuhan-kebutuhan yang lain, sehingga dalam diri seseorang harus hidup sebagai makhluk yang bermoral.
c) Sebagai makhluk moral
Moralitas adalah prestasi dari kehendak manusia, suatu hasil watak yang baik yang menang atas perasaan yang memntingkan kepentingan sendiri. Untuk bertumbuh secar moral, kita harus merasa secara dalam. Dengan kat lain, suatau tindakan atau kelakuan boleh dikatakan sebagai moral sejauh manan tindakan atau kelakuan itu dilaksanakan karena dipaksa oleh kebiasaan social atau hukum negera, tetapi dari keputusan pribadi.

5) Pengalaman Beriman Secara Pribadi
Lewat pengalaman yang dilewati sejak kecil baik dalam suka maupun duka didalam kehidupannya. Yang hidup bersosial, yang hidup dilingkungannya dan yang mengabdikan diri kepada Allah.

B. Dasar Ilmu Jiwa
1. Sumber Dasar Ilmu Jiwa
Pestalozzi menganggap bahwa Alkitab sumber bagi hal-hal rohani. Dia memulai penelitian sesuai denga praduga bahwa kunci untuk membuka rahasia perkembangan anak terletak dalam alam sendiri.
2. Asas-asas Belajar Mengajar
Berdasarkan metode percobaan dan analogi dalam alam itu, Pestalozzi menemukan asas-asas belajar-mengajar sebagi berikut:
 Si guru membagi bahan yang diajarkan
 Anak belajar lebih baik kalau guru memusatkan perhatian pada tugas belajar yang terbatas.
 Sianak belajar melalui pancaindra
 Semua pengatahuan yang diperoleh melalui pancaindra dapt digolongkan dibawah tiga kata, yaitu jumlah, bentuk dan bahasa.
 Pengalaman belajar akan lebih berhasil bila guru mengelompokkan bagian pengetahuan yang sifatnya sama, paling tidak mirip antara yang satu demnga yang lain.
 Kecenderungan untuk ditarik oleh keindahan telah ditanamkan oleh alam dalam diri manusia
 Walaupun terdapat hukum-hukum alamiah tentang cara belajar, namun dalam hukum-hukum itu tanpak banyak kesempatan untuk bertumbuh secara bebas sesuai dengan kebutuhan dan sifat setiap orang.
3. Pertumbuhan Iman
Berbicara mengenai pertumbuhan iman, sangat dekat dengan hati Pesatlozzi, yakni pertumbuhan iman dalam diri seorang anak. Pertumbuhan seorang anak sebagi hasil dari mengalami kasih dan iman dalam diri ibunya. Pestalozzi sendiri berusaha untuk menjadi seorang ayah dan menjadi seorang ibu dalam hubungannya denga anak-anaknya. Bagi seorang anak, kasih yang nyata yang kemungkinan besar bahwa anak akan percayua akan kasih Allah yang tidak dilihatnya itu, adalh kasih dari ayah dan ibunya. Orang tua yang beriman akan senantisa mengajarkan tenatang Allah terhadap anaknya, dan setiap hri akan mendengar hal-hal tentang Allah.

C. Asas - Asas Pendidikan
Pestalozzi boleh digambarkan sebagai seorang yang mengabdikan seluruh pikiran, tenaga dan dana yang ia miliki demi pelaksanaan tugas memperbaiki keadaan yang buruk dalam masyarakat dengan jalan memperbarui setiap orang .pembaruan perorangan itu akan dilaksanan melalui pendidikan yang mengubah pengetahuan dan gaya hidup kaum miskin yang tinggal didusun dusun Swis.

1. Arti Pendidikan
Menurut Pestalozzi , perbaikan pendidikan di Swis perlu dilaksanakan sekaligus dari dua segi , yakni dari segi praktek dan teori . Urutan ini mencerminkan cara Pestalozz menjadi seorang ahli pendidikan. Ia tidak memulai panggilan hidups ebagai pendidik setelah mengembangkan teori pendidikan lebih dahulu. Teori berasal dari pengalaman dalam ruang kelas.
Pendidikan yang akan mengubah mutu kehidupan anak – anak miskin didesa pertanian harus memenuhi kebutuhan dasariah di mana mereka hidup.
2. Arti Pendidikan
Menurut Pestalozzi , perbaikan pendidikan di Swis perlu dilaksanakan sekaligus dari dua segi , yakni dari segi praktek dan teori . , teapi yang keduaan itu harus tunduk pada pertama . tujuan Umum dirahkan untuk menghasilkan seorang yang bijaksana dan bajik dalam kehidupannya , manusiawi dalam semua hubungan dengan sesamanay manusia dan seorang yang hidup beriman sebagai mahluk yang bergantung pada allah. Sesuai dengan arti kejuruan itu , tujuanya ialah memperlengkapi pelajar untuk memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi perencanaanya dalam masyarakat
3. Lingkungan Pendidikan
Menurut Pikiran Pestalozzi , ada tiga lingkungan diman pendidikan terjadi :
a. rumah tangga
b. rumah dermawan
c. sekolah
Dari ketiga itu , rumah tangga sendiri adalah yang paling penting
4. Pengajar
Dua pengajar utama ,yaitu sang ibu dan guru yang mengajar disekolah sudah tersirat dalam pembahasan tentang bagian lingkungan diatas . disamping kedua pengajar itu, pestalozzi menyebutkan dua lagi yaiti si anak sendiri dan pengalaman hidup
a. Si Ibu
b. Guru Sekolah
c. Si Anak
d. Pengalaman hidup
5. Pelajar
a. Semua Anak
b. b.Anak perempuan ( sekolah keibuan )
c. Calon Guru

6.Kurikulum
a. Kurikulum untuk pendidikan Akal (kognitif)
b. Kurikulum Untuk Pendidikan Tangan (psikomotorik)
b. Kurikulum Pendidikan Moral dan Keagamaan (afektif)
7. Metodologi
a. Metode mengajarkan mata pelajaran intelektual yang berhubungan dengan tiga jenis pengalaman yang dilambangkan dengan tiga kata yang sudah ditentukan , yaitu :
1. Bahasa
Melatih daya tangkap indra anak, termasuk membaca, menulis berbicara dan mendengarkan.
2. Bentuk
Melatih anak untuk menggambarkan bentuk-bentuk misalnya bentuk huruf, persegi, lingkaran, segi tiga termasuk perbedaan panjang, pendek dan besar, kecil. Selanjutnya menggambar mentuk dari alam yang bisa dilihat.
3. Jumlah
Metode dasar matematika yaitu penjumlahan, pengurangan, perkaliana dan pembagian.
b. Metode mengajarkan mata pelajaran jasmani
c. Metode Mengajarkan mata pelajaran akhlak dan agamawi



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Melalui asas dan praktek pendidikan, Pestalozzi mengilhami sejumlah pemikir masyarakat dan dan pejabat pemerintah untuk memprakarsai rencana pendidikan untuk semua anak.Sebagian inspirasi itu bertaraf tinggi dalam arti mereka yang dipengaruhi Pestalozzi amat prihatin atas nasib begitu banyak anak miskin.
Bagaimanapun juga motofnya, suasana sosial, ekonomi dan politik di Eropa sudah menerima gagasan Pestalozzi tentang pendidikan masal dan keprihatinan terhadap kaum miskin.
B. Aplikasi
Dari kisah hidup dan perjuangan seorang Johann Heinrich Pestalozzi, dunia akademis khususnya para mahasiswa boleh baelajar bahwa kegagalan bukanlah penghalang untuk menggapai cita-cita. Karena kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang purus asa, menyerah dan berhenti berusaha.

No comments:

Post a Comment