Search This Blog

Thursday, October 13, 2011

RESPON PEPER SURAT ROMA DAN IBRANI

Judul Buku : Menggali Intisari Alkitab Perjnjian Baru
Penulis/Penerbit: Hwang Jung Kill / Yayasan Daun Family.



SURAT ROMA
Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus pada tahun 58 M. surat ini ditulis di Korintus pada pada waktu hamper menyelesaikan perjalanan penginjilan yang ketiga kalinya. Paulus mempunyai dua pengharapan yaitu pergi ke Yerusalem da berkunjung ke Roma.
Surat Roma terdiri dari 16 pasal dimana pasal 1-11 berisi kebenaran tentang keselamatan dari dosa, dibenarkan, pilihan dan sebagainya. Dari pasal 12-16 berisi kebenaran tentang bagaimana menuntut kehidupan sebagai orang Kristen di dunia.

KEBENARAN ALLAH DINYATAKAN DALAM INJIL
Paulus tidak malu memberitakan Injil (1:16-17).
Keberadaan Injil adalah jalan yang dipersiapkan Allah agar manusia bukan saja tehindar dari murka Allah tetapi juga untuk memulihkan hubungan dengan Allah. Di dalam injil ada kekuatan untuk menyelamatkan dan di hadapa Allah manusia bisa dibenarkan. Siapa yang bisa mendapatkan kuasa injil ini? Yaitu orang yang percaya sehingga dia sebanarkan dan diselamatkan. Kebenaran Allaha ini bukan didapat dari hukum taurat melainkan hanya kasih karunia semata.
Roma 1:18 memberikan argument mengapa kita memerlukan Injil. Alasannya karena semua orang telah berdosa. Manusia sebenarnya dapat mengenal Allah melalui ciptaannya tetapi manusia tidak memuliakan dan bersyukur kepadanya. Dasar penghukuman Allah kepada manusia adalah karena manusia menyembah ciptaan Allah dan bukan kepada Allah sebagai pencipta.
OLEH KARENA ANUGERAH MENDAPAT PEMBENARAN SECARA CUMA-CUMA

Kuasa injil dapat menyelamatkan dan membenarkan. Orang yang mendapat kuasaa ini adalah orang yang percaya kepada injil. Oleh karena kasih Allah kepada manusia maka melalui Yesus Kristus kita mendapat anugerah keselamatan.
Kelebihan orang Yahudi.
Diantara bangsa-bangsa di dunia, Allah memilih Abraham yang menjadi nenek moyang bangsa Israel. Allah memberkati mereka dan member mereka hukum taurat. Tapi orang Yahudi melupakan hukum ini dan tenggelam dalam kebanggaan karena memiliki hukum taurat dan memandang rendah suku lain. Tidak hanya itu, merekapun melakukan dosa dengan menyalibkan Yesus Kritus Putra Allah.Allah lalu menolak memberkati mereka sehingga injil tidak ada manfaatnya bagi mereka. Tetapi apakah dengan ketidak taatan mereka lalu membatalkan janji Allah? Tidak! Karena Allah itu setia adanya. Kita perlu bersandar pada Allah yang setia ini, jangan hanya percaya di luar saja tapi dari dalam hati.

Manfaat Hukum Taurat
Tidak ada seorang pun yang dapat dibenarkan karena melakukan hukum taurat karena taurat hanya memberitahukan tentag dosa. Dengan tidak adanya taurat, maka kita tau akan taurat itu. Dengan kedatangan Yesus maka taurat tidak dibutuhkan lagi. Perlu diketahui bahwa taurat tidak menyelamatkan tapi semata-mata hanya oleh percaya kepada Yesus.


Anugerah pembenaran
Manusia diselamatkan karena:
- Anugerah Allah – Allah mengasihi kita dan mengutus Yesus dating menyelamatkan.
- Darah Kristus yang telah menebud kita.
- Dengan Cuma-Cuma kita dibenarkan, tidak bersandar pada apapun juga
Karena dosa maka hubungan kita dengan Allah terputus dan dijadikan objek kemurahan Allah. Yesus sebagai korban untuk memulihkan hubungan tersebut. Orang dibenarkan karena percaya, bukan karena melakukan hukum taurat. Oleh karena itu tidak ada yang aptut dibanggakan karena semuanya haya oleh anugerah. Sebagai umat Allah, dalam kehidupan kita perlu menuntut hidup kudus.
Iman yang membawa Pengharapan
Dalam mengemukakan iman yang menyelamatkan, Paulus menggunakan Abraham sebagai contoh. Paulus menyatakan bahwa Abraham dibenarkan di hadapan Allaha bukan karena sunat maupun hukum taurat melainkan karena iman (Kej.15). masalah sunat dikemukakan dalam Kej.17 yaitu setelah Abraham dibenarkan sedangkan hukum taurat diberikan kepada keturunannya di gunung Sinai.Abraham dibenarkan bukan karena perbuatan melainkan karena imannya kepada Allah. Orang yang bekerja mendapat upah karena jerih payahnya, tetapi orang yang tidak bekerja lalu mendapat upah ini disebut anugerah.
Kapan Abraham dibenarkan? – Allah melihat imannya lalu membenarkan dia. Hal ini terjadi sebelum Abraham disunat. Ini menyatakan bahwa keselamatan dengan sunat tidk mempunyai hubungan apa-apa. Dengan berlalunya waktu, Abraham belum memperoleh keturunan dan belum melihat janji Allah diwujudkan. Pada waktu itu Allah kembali menegaskana janji-Nya. Lalu percayalah Abraham kepada Tuhana dan Tuhan memperhitungkannya sebagai kebenaran. Waktu Abraham mengangkat kebenaran dengan iman dibenarkan.

SURAT IBRANI
Latar Belakang surat ini ditulis karena pada waktu itu banyak orang Yahudi yang sudah Kristen tidak tahan menghadapi penganiayaan lalu kembali kepada agama Yahudi. Tidak diketahui siapa yang menulis surat Ibrani ini tapi sangat besar kemungkinannya bahwa Paulus yang menulis surat ini. Waktu penulisan kira-kira tahun 65 M.
Surat Ibrani adalah salah satu surat yang paling besar dan penting dalam alkitab. Penulis surat ini seolah-olah berkata kepada orang-orang Kristen Ibrani “marilah kita menyelidiki perjanjiana lama agar bagaimana kitab itu mengibaratkana dan menggamparkan pekerjaan Mesias dalam hal menyediakan keselamatan, bukn untuk orang Ibrani saja melainkan untuk semua orang.”
Surat Ibrani merupakan gambaran yang termulia dalam alkitab dari hal injil yang dihadapkana kepada bangsa Israel. Suatu pengertian akan surat ini akan menguatkan setiap orang yang menyebut dirinya pengikut Kristus, Israel rohani.
Surat ini pertama sekali dialamatkan kepada orang Kristen Ibrani yang memperlihatkan keunggulan Injil atas perjanjian yang berhubungan dengan Musa. Hal ini dicapai bukan untuk memperkecil yang lama tapi untuk memperlihatkan kesempurnaan yang baru. Perjanjian baru bukan memperkecil agama yahudi tapi mengubaha serta menghormatinya dengan jalan menggenapinya. Pengertian lain yang dikemukakan ialah penuntasan. Surat ini diuraikan secara formal dan logis. Susunannya lebih teratur dibandingkan surat-surat yang lain. Secara umum, surat ini dibagi dalam tiga bagian yaitu:
Yesus adalah Juruselamat yang Lebih besar dari Malaikat (pasal 1 – 7)
Di dalam perjanjian lama, Allah melalui para nabi berbicara, tapi pada akhir zaman ini Allah berbicara melalui AnakNya Yesus Kristus. Oleh karena Yesus Kristus adalah Orang yang menggenapi dana pusat dari nubuatan Perjanjian Lama. Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah.
Yesus lebih baik dari malaikat karena Dia sendiri adalah Allah, Pencipta, Penguasa dan Penganjur keselamatan sedangkan malaikat hanyalah ciptaan yang melayani Allah. Yesus juga lebih mulia daripada Musa. Sekalipun Musa adalah seorang nabi besar bangsa Israel sebagai pembawa hukum tapi Yesus adalah Hukum itu sendiri. Musa setia sebagai Hamba tapi Yesus adalah Anak. Yesus juga lebih besar dari Yosua yang membawa Israel memasuki tanah perjanjian. Yesus Kristus lebih besar dari Harun Imam besar Israel. Yesus melakukan pelayanan keimaman di sorga sedangkan Harun hanya di dunia saja. Keimaman Yesus menurut keimaman Melkisedek dan bukan menurut keimaman Harun.

Perjanjian Baru lebih baik (pasal 8 – 10)
Pada bagian ini keunggulan Perjanjian baru dalam Yesus lebih nyata. Pasal 8 merumuskan segala yang telah dibentangkan. Sesudah itu ditunjukan yang baru karena yang lama idak sempurna. Pasal 9 menyebutkan tentang sejumlah pertentangan antara yang duniawi dan yang sorgawi, yang sementara dan yang kekal dan antara darah binatang dan darah Anak Domba Allah. Perbedaan-perbedaan ini lalu disambung dengan ayat 10. orang disempurnakan untuk selama-lamanya; segala dosa dan kesalahana dilupakan dari ingatan Tuhan, tidak perlu dan tidak mungkin mempersembahkan lagi korban bagi dosa.

Kedatangan Tuhan sudah dekat (pasal 10 – 11)
Hak masuk ke hadirat Allah adalah puncak rohani. Segala sesuatu menuju ke arah itu. Perjanjian Baru memberikan hak itu. Agama yahudi tidak pernah menghasilkan jalan masuk karena senantiasa ada tabir yang menghalangi ruang kudus dan ruang maha kudus. Melalui pengorbanan Yesus di Golgota maka tabir itu terbukadan semua orang bisa datang langsung menghadap tahta kekudusan Allah melalui Yesus Kristus. Oleh sebab pengorbanan Yesus kita beroleh pengampunan dan jalan masuk dalam ke puncak rohani yaitu persekutuan dengan Allah.

Memandang kepada Kristus (pasal 11-13)
Ibrani 11 adalah pasal yang membicarakan tentang iman. Semua tokoh yang muncul dalam perjanjian lama memiliki iman, mentaati kebenaran firman Tuhan dan mendapatkan apa yang dijanjikan penulis melalui pasal ini menasihati agar dengan Iman kita menunggu apa yang dijanjikan Allah. Setelah itu dalam pasal 12, penulis menasehati agar umat Kristen harus melakukan perlombaan Imana secara baik. Hal ini perlu tilakukan dengan mata yang senantiasa tertuju kepada Tuhan.

RESPON
RESPON POSITIF
- Buku ini sangat sederhana dalam penyajian materi sehingga mudah dimengerti sekalipun oleh orang awam.
- Sangat menarik minat dan tidak membosankan karena menggunakan pertanyaan-pertanyaan praktis yang memancing rasa ingin tahu.
- Banyak aplikasi-aplikasi yang cukup relevan terhadap keadaan orag percaya saat ini.

RESPON NEGATIF
- Metode dan sitematika penggalian tidak dipaparkana dengan jelas.
- Tidak ada bahan perbandingan dengan buku-buku tafsiran yang lain.
- Lebih bersifat aplikasi praktis dibandingkan dengan eksposisi sistematis.

S A R A N
- Buku ini sangat bak dijadikan referensi untuk bahan khotbah terhadap orang awam ataupun orang yang baru lahir baru.
- Untuk mendalami lebih jauh, maka tidak cukup jika hanya menggunakan buku ini. Harus ada referensi lain yang lebih sistematis dan dalam khususnya mengenai konteks Alkitab.

PSIKOLOGI ANAK BERMASALAH

UALASAN BUKU
Judul Buku: Psikologi Anak Bermasalah
Penulis: Dra. Ny. D. Singgih Gunarsa
Penerbit: BPK Gunung Mulia


Sepanjang sejarah manusia selalu terlihat rangkaian persoalan-persoalan yang silih berganti dari soal kependudukan, perangan dan usaha-usaha untuk mengatur dunia. Ternyata kesejahteraan keluarga tidak hanya ditetukan oleh jumlah anggotanya melainkan juga persoalan-persoalan lain yang timbul dalam keluarga disamping masalah jasmaniah.
Pada bagian awal buku ini dibahas tentang permasalahan anak dalam hubungan dengan sekolah dimana dijelaskan tentang kendala-kendala yang dialami seorang anak di lingkungan sekolah. Adapun permasalahan yang dialami oleh si anak antara lain:
- Kekurangan dalam hal fisik misalnya masalah penglihatan maupun pendengaran. Kekurangan penglihatan dan pendengaran ini sering menimbulkan persoalan yang perbaikannya tidak semudah seperti memperbaiki permasalahana yang timbul akibat hal yang lain. Dalam hal ini anak akan merasa aneh jika harus memakai kacamata ataupun alat bantu dengar karena dia menjadi berbeda dengan teman-temannya.
- kesulitan-kesulitan yang disebabkan oleh kurang campur tangan orang tua atau siapa saja dalam tata cara hidup dan perencanaan waktu anak. Anak memang tidak sama dengan orang dewasa. Anak masih banyak dikuasai oleh keinginan-keinginan bermain yang tidak selalu mudah dilihat oleh orang lain dan perlu diatur penyalurannya. Anak beum dapat membagi waktu antara tugas-tugas sekolahnya dengan waktu bermain, untuk itu sangat diperlukan campur tangan orang tua dalam hal ini.
- Suasana sekolah sangat berperan dalam prestasi belajar anak. Dalam menanggulangi persoalan-persoalan anak sehubungan dengan prestasnya di sekolah maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain dengan meneliti apakah ada kekurangan-kekurangan, penyimpangan-penyimpangan yang dapat diperbaiki untuk mengatasi persoalan.
Dengan menyoroti persoalan anak secara lebih mendalam dan usaha-usaha menanggulangi sumber persoalannya maka diharapkan anak dapat mengembangkan kemampuan dan bakat-bakatnya secara umum.

Dalam bab selanjutnya, dibahas tentang kenakalan anak. Dalam pembahasannya dikatakan bahwa anak sejak lahir telah bertingkah laku dan melakukan berbagai perbuatan walaupun tidak selalu hasilnya nyata dan berarti. Dengan demikian dapat dikumpulkan banyak keluhan mengenai kelakuan anak mulai sejak lahir sampai ia meningkat dewasa.
Beraneka ragam tingkah laku anak yang sering menimbukan kekesalan pada seseorang bagi orang lain mungkin belum merupakan suatu hal yang memerlukan pemikiran yang lebih mendalam. Dapat disimpulkana bahwa ada beberapa tingkahlaku mulai dari drajat yang ringan sampai drajat yang berat yang memerlukan pemikiran mendalam untuk mengubahnya.
Perumusan tentang arti kenakalan anak dapat dibagi dalam dua hal yaitu:
- Kenakalan semu – dimana kenakalan anak bukan merupakan kenakalan bagi pihak-pihak lain. Bahkan menurut penilaian pihak ketiga, tingkah laku tersebut masih sesuai dengan nilai-nilai moral jika dibandingka dengan aak sebaya disekitarnya.
- Kenakalana sebenarnya – tingkah laku anak yang merugikan dirinya sendiri atau orang lain, dan melanggar nilai-nilai moral maupun nilai-nilai sosial.
Perkembangan anak pada umumnya menunjukan adanya suatu persamaan antara anak-anak di seluruh dunia. Sebagai petunjuk umum dalam hal menanggulangi kenakalan anak-anak maka sebaiknya anak juga dijauhkan dari teman-teman yang kurang baik pengaruhnya.

Pada bab tiga dibahas tentang bentuk-bentuk kenakalan anak. Yang paling umum dari kenakalan anak adalah berbohong. Berbohong merupakan perbuatan pemalsuan yang segaja dilakukan dengan tujuan memperdayakan. Ada beberapa bentuk kebohongan diantaranya:
- Cerita khayal. Cerita-cerita seperti ini banyak diceritakan pada anaka kecil dan sebaliknya cerita ini sering dianggap dusta oleh orang dewasa. Dalam cerita-cerita ini, hal-hal yang mustahil justru dianggap mungkin terjadi. Salah satu cara menanggulangi masalah ini adalah dengan mengubah lingkungan rumaha sehingga duania nyata jadi lebih menarik bagi anak.
- Bohong sebagai hasil peniruan. Seringkali tanpa disadari, orang tua member contoh yang tidak baik kepada anak. Anak biasanya menganggap bahwa orang tua adalah figure yang patut dicontoh sehingga hal-hal yang kurang baikpun diikutinya.
- Berbohong sebagai pertahanan diri. Kebanyakan anak berbohong untuk menghindari hukuman. Anak tidak mau dihukum, disakiti ataupun dipermalukan di depan orang lain. Maka akan dicarinya suatu alas an untuk menutupi keadaan sebenarnya.
- Berbohong untuk menarik perhatian. Setiap anaka ingin mendapat perhatian dari orang-orang terdekat. Tapi perhatian khusus terhadap anak setingkali terhalangi karena kesibukan orang tua. Maka anak menciptakan kebohongan supaya mendapat perhatian dari orang tua mereka.
- Kebohongan untuk mengimbangi kekurangan. Anak sering berbohong untuk memperoleh pujian ataupun dikagumi. Padalah tidak semua anak memiliki sesuatu yang pantas dikagumi supaya dapat dipuji teman-temannya.
Dalam usaha mrnaggulangi masalah berbohong ini, harus dicari sumber persoalannya dulu baru kemudian bisa diterapkan langkah-langkah unutk mengatasinya. Dengan demikian anak dapat diharapkan tak lagi berbohong.

Pada bab selanjutnya dibahas tentang masalah pergi tanpa izin atau kabur. Gejala seperti ini merupakan gejala yang sering terlihat. Namun kecemasan dari orang tua berbeda-beda. Ada kepergian yang cuma sebentar dan ada yang pergi agak lama sehigga orang tua menjadi lebih cemas.
Pada umumnya dapat ditemukan beberapa sebab mengapa anak meninggalkan rumah. Sebab utamanya antara lain:
- Masalah pada anak sendiri – anak mempunyai jiwa petualang, anak yang dimarahi orang tua dan masalah keterbelakangan mental/otak.
- Masalah yang berasal dari lingkungan/keluarga – dalam hal ini, sebab-sebab anak melarikan diri dari rumah yang bersumber pada keadaan keluarga.
- Masalah yang tercapat di lingkungan sekolah – ada anak yang pergi dari sekolah seolah-olah dia memang ke sekolah tapi kenyataannya tidak. Apabila terjadi hal seperti ini maka sebaiknya anak diberi kesibukan atau keadaan di rumah dibuat sedemikian rupa sehingga rumah jadi menarik dan anak menjadi betah di rumah.

Pada bab lima dibahas tentang mencuri yang merupakan bentuk kenakalan melanggar hak milik. Berbeda dengan bentuk kenakalan-kenakalan pada bab-bab sebelumnya, maka mencuri merupakana suatu kelakuan yang selalu menyangkut pihak lain dalam arti tidak menguntungkan. Dalam hal ini sangat jelas bahwa ada pihak ketiga yang tidak ada sangkut pautnya dengan si anak namun menjadi pihak yang dirugikan. Gejala mencuri merupakan suatu gejala tingkah laku yang banyak terlihat pada masa anak-anak.
Hal ini belum merupakan gejala yang perlu dihebohkan. Apabila gejala ini ditanggulangi dengan cara-cara yang tepat, maka gejala tersebut akan cepat hilang tanpa meninggalkan akibat-akibat buruk yang menetap.
Sebab-sebab yang mendorong anak bertingkahlaku mencuri sangat beraneka ragam. Beberapa kemungkinan sebab seorang anak bertingkah laku demikian antara lain:
- Anak memiliki dorongan yang kuat untuk mengumpulkan.
Keinginan anak untuk mengumpulkan benda-benda begitu hebatnya sehingga harus ada control orang tua. Kelalaian dalam hal ini tentu bisa berdampak buruk di kemudia hari dan bisa menrugikan orang lain.
- Keinginan untuk memiliki.
Dalam hal ini, sama halnya dengan yang sebelumnya, kebiasaan ini harus diawasi oleh orang tua. Tidak baik juga jika memberikan kepada anak semua barang yang dimilikinya tanpa mengetahui kegunaan dari benda-benda tersebut.
- Mencuri untuk member suap – sogokan kepada teman.
Hal ini mudah diketahui karena hasilnya tidak untuk dirinya sendiri melainkan untuk orang lain. Dan biasanya hasil curian ini langsung diberikan kepada orang lain dengan demikian si pencuri mengharapkan penghargaan dari orang tersebut. Alas an ini terkadang sulit dipahami apa yang si pencuri harapkan
- Sebagai pembalasan.
Pokok dari permasalahan ini adalah hubungan antara anak dengan orang tua. Perbuatan ini berpangkal pada adanya suatu perasaan dendam terhadap orang tua. Bagi anak, mencuri merupakan suatu penyaluran daripada dendamnya. Mungkin saja terdapat suatu rangkaian sebab misalnya anak yang merasa dibedakan dengan adik-adiknya yang lain atau dengan kata lain anak merasa tidak mendapat perlakuan yang adil dari orang tuanya.
Untuk mengatasi hal ini maka pertama-tama harus dijelaskan bahwa mencuri merupakan perbuatan yang tidak terpuji, tidak dapat dibenarkana dan suati tindakan yang tidak baik. Selanjutnya orang tua harus menyelidiki alasan anak mencuri dan kemudian menjelaskan tindakan orang tua yang membuat anak merasa diperlakukan dengan adil.

Pada bab enam, dibahas tentang emosionaltas sebagai sumber permasalahan anak. Dalam percakapan sehari-hari sering terdengar penggunaan istilah emosi. Ada yang karena emosi tidak mudah bergaul. Ada yang sering mengikutsertakan emosinya sehingga tidak menentu sikapnya. Ketakutannya dan kemarahan merupakan bentuk emosi yang paling umum. Ada beberapa reaksi yang berhubunga dengan kemarahan dan rasa takut, diantaranya;
- Marah – lebih sering terlihat pada anak kecil jika tidak terpenuhi keinginannya. Ada banyak bentuk-bentuk kemarahan anak misalnya nangis, berguling di lantai dan lain sebagainya.
- “ngadat” (temper tentrum) – merupakan perbuatan yang seolah-olah menyakiti orang lain, menguasai orang lain, bahkan sampaia menyakiti diri sendiri. Ngadat sering pula diperlihatkan oleh anak yang pada masa kecil sering sakit-sakitan. Anak selalu ingin mengemukakan isi hatinya. Ia selalu membutuhkan orag lain untuk memenuhi keinginan-keinginannya.
- Agresi yang berlebihan – merupakan suatu bentuk lain dalam pelampiasan emosi anak. Anak terlihat agresif sekali dalam menghadapi masalah. Tujuan utama dari agresi ini adalah untuk menguasai suatu situasi ataupun mengatasi suatu yang dia anggap rintangan.
Ada anak yang menolak dan menentang melaksanakan tugas dengan mengemukakan berbagai alasan untuk tidak melakukannya. Anak yang selalu menentang sebaiknya dihadapi dengan kelompok dan tidak langsung. Dan apabila anaka menentang karena memang kelalaiana orang tua, maka orang tua harus memperbaiki sikap. Untuk itu perlu pemahaman yang benar oleh orang tua.

Pada bab terakhir, dibahas tentang emosionalitas anak yang gelisah. Ada keadaan-keadaan tertentu yang membuat anak mengalami ketakutan yang berlebih. Anak biasanya takut pada orang yang belym dikenalnya. Dalam menanggulangi persoalan anak maka perlu suatu tindakan peninjauan lebih dalam demi kelancaran perkembangan anak menuju kedewasaan.

Kesismpulan
Setelah melihat beraneka ragam permasalahan anak, baik secara internal maupun eksternal maka perlu adanya pemahaman yang benar dari setiap orang tua sehingga bisa merespon dengan baik apa yang menjadi kebutuhan anak. Disinilah pentingnya buku-buku seperti ini bagi orang tua maupun para pemerhati anak agar senantiasa memiliki pengetahuan yang benar tentang perilaku anak dan permasalahan yang ditimbulkannya.

Tanggapan
Positif:
- Seperti yang telah dikemukakan di bagian kesimpulan, bahwa buku ini sangat baik dibaca oleh orang tua maupun para pemerhati anak.
- Buku ini memiliki banyak contoh-contoh praktis sehingga lebih mudah dimengerti.
Negatif:
- Ada beberapa kata maupun kalimat yang agak sukar dimengerti karena sudah tidak umum digunakan saat ini (penulisan tahun 1975).
- Ada bagian-bagian tertentu yang seolah terjadi pengulangan sehingga terkesan membosankan.