Search This Blog

Wednesday, March 23, 2011

ARE YOU THE ONE FOR ME?

(Apakah Engkau yang Terpilih bagiku?)
Mengetahui yang benar dan menghindari yang salah
#### Oleh: Barbara De Angelis, Ph.D #####

Jatuh cinta adalah pengalaman yang ajaib dan kuat. setiap ciuman, setiap percakapan, setiap saat pada awalnya tampak begitu benar, begitu sempurna tapi segera tarik dan kegilaan menjadi "hubungan" dan kita dibawa turun ke bumi dengan realitas menantang berbagi hidup kita dengan manusia lain. dan minggu-minggu terpesona pertama berubah menjadi bulan, satu hari kita menemukan diri kita bertanya "ini orang yang tepat untuk saya?"
Jika Anda lajang, saya berharap buku ini akan memberi Anda alat-alat dan petunjuk untuk membuat sehat, pilihan sukses dalam pasangan Anda untuk hubungan berikutnya.
Jika Anda pulih dari patah hati, saya berharap buku ini akan membantu Anda memahami mengapa pilihan hubungan Anda tidak yang baik untuk Anda, dan akan memberikan informasi yang akan membantu Anda membuat pilihan yang jauh lebih bijaksana dan kurang menyakitkan waktu berikutnya.
jika Anda belum menikah tetapi dalam suatu hubungan, saya berharap buku ini akan mendukung Anda dalam mendapatkan jelas tentang apakah hubungan Anda yang tepat bagi Anda, jadi Anda tidak perlu membuang waktu dan energi pada hubungan yang tidak akan bekerja.
Jika Anda berada dalam hubungan komitmen atau perkawinan, saya berharap buku ini akan menunjukkan bahwa banyak konflik Anda dan pengalaman pasangan Anda mungkin berasal bukan dari kurangnya cinta, tapi kurangnya kompatibilitas, dan bahwa perbedaan pemahaman Anda dapat membantu Anda hidup lebih damai dan penuh semangat bersama.

Hubungan tidak bekerja karena:
1. Anda mencintai orang yang tepat tetapi anda salah mencintai.
2. Anda bersama orang yang tidak tepat.
Lima Mitos Cinta Mematikan
Banyak diantara kita yang mempercayai mitos cinta sebagai suatu kisah (roman) yang sebenarnya menghalangi kita untuk membuat keputusan yang tepat tentang cinta.
Adapun beberapa mitos yang salah tentang cinta adalah:
1. Cinta Sejati menaklukan segalanya.
Jauh di dalam hati kita, secara diam-diam kita percaya mitos ini, bahwa jika kita benar-benar mencintai pasangan kita, kita bisa membuat hubungan jadi berjalan dengan baik. Tanpa masalah dan tanpa konflik asalkan kita benar-benar mencintai.
2. Ketika itu Cinta Sejati, saya akan tahu. Ini akan "cinta pada pandangan pertama."
Hanya butuh beberapa sat untuk cinta hawa nafsu, tapi cinta sejati membutuhkan waktu yang panajng.
3. Ada Hanya Satu Cinta Orang Benar bagi-Ku.
Sangat memungkinkan untuk mengalami cinta yang benar dengan lebih dari satu orang. Ada banyak pasangan potensial yang bisa membuat kita bahagia dengannya.


4. Pasangan Sempurna Akan memenuhi setiap keinginan kita.
Jika anda merasakan kekosongan emosional sebelum memulai suatu hubungan, anda hanya akan merasakan kkekosongan juga saat memulai hubungan tersebut.
5. Saat Anda mengalami pengalaman seksual yang luar biasa, itu pasti Cinta.
seks yang baik tidak ada hubungannya dengan cinta sejati, tetapi hanya tentang hubungan seks itu saja.

Tujuh Alasan yang Salah dalam Menjalin Hubungan

1. Tekanan.
• Tekanan usia
• Tekanan dari keluarga dana teman.
2. Kesepian dan putus asa.
Saat Anda merasa kesepian, Anda seperti telah membuat pilihan cinta yang salah dan mengakhiri hubungan yang tidak memuaskan.
3. Kelaparan Seksual.
Dengan kelaparan seksual, Anda bisa saja tidak akan tertarik kepada pasangan anda. Anda akan mengingini orang lain.
4. Gangguan untuk kehidupan Anda sendiri. Anda menyukai gangguan, bukan orangnya.
Apakah anda pernah berpikir bagailana pengalihan bisa menjadi cinta? Anda berpikir tentang perasaan orang lain, apa yang mereka butuhkan, apa yang membuat mereka bahagia serta bagaimana kebiasaan mereka. Ini hanyalah beberapa contoh.
5. Tidak ingin tumbuh.
Anda mungkin berada pada bagian hubungan yang seperti ini apabila:
• Ada perbedaan usia yang jauh antara anda dan pasangan anda.
• Ada perbedaan besar dalam hal finansial dan kesuksesan profesi antara anda dan pasangan anda.
• Ada kontras yang besar menyangkut level pengalaman hidup antara anda dan pasngan anda..
• Salaah satu pasangan selalu melihat yang lain hanya untuk menolong dan menasihati.
6. Rasa bersalah
Saat anda memutuskan untuk berhubungan dengan seseorang yang tanpa kesalahan dan bukan karena cinta, Anda menghacurkan mereka dan diri anda sendiri.
7. Ingin untuk mengisi kekosongan spiritual atau emosional dengan hubungan.
Kepenuhanlah yang membuat hubungan berjalan baik dan buakan kekosongan.

6 Kesalahan terbesar yang kita lakukan dalam memulai suatu hubungan:
1. Kita tidak memiliki cukup pertanyaan
Kita terlalu sibuk mencari alasan kenapa kita harus mencintai seseorang ketimbang kita meluangkan waktu untuk mencari alasan kenapa kita tidak harus mencintainya.
2. Kita menolak tanda peringatan dari suatu masalah
Sebuah hubungan tidak hanya berlaku dalam satu malam saja, tapi berlangsung berbulan-bulan, bertahun-tahun sampai akhirnya cinta itu hancur.
3. Kita membuat kompromi yang terlalu dini (prematur)
Bahaya dalam kompromi yang terlalu dini adalah bahwa anda akan kehilangan kepekaan diri pada awal sebuaha hubungan dan membuat kepekaan harmonis yang salah antara anda dan pasangan anda.

4. Kitaa hanyut dalam kebutaan hawa nafsu
Saat anda belajar merasakan orang lain dengan hatimu dan tidak hanya sekedar melihat mereka melalui pandangan mata saja, Anda akan menarik lebih banyak pasangan yang cocok dalam hidup anda.
5. Kita menyerah dalama hal godaan materi
Saat anda memilih pasangan berdasarkan apa yang dia bisa berikan kepada anda secara materi lebih dari pada secara emosional, maka anda akan berakhir dalam suatu hubungan yang salah.
6. Kita membuat komitmen sebelum merasa ada kecocokan
Hal-hal yang bisa membuat kita berkomitmen sebelum merasa ada kecocokan antara lain:
• Terlalu menyukai hubungan dengan seseorang lebih daripada sendirian.
• Lelah berpacaran dan ingin mencoba pasangan yang baru.
• Merasa tidak dicintai atau tertolak pada masa kecil.
• Merasa terhilang / menjadi pecundang saat tidak memiliki suatu hubungan.
• Merasa tertekan oleh orang lain untuk segera mencari pasangan.
• Sebagai wanita, merasa “jam biologis”nya mulai habis.

10 Tipe Hubungan yang Tidak Bisa Berjalan Baik
1. Anda terlalu perhatian kepada pasangan anda lebih dari perhatiannya kepada anda.
Apapun alasannya, apabila anda mencintai pasangan kita lebih daripada dia mencintai anda, maka hasilnya akan sama yaitu:
• Anda akan mengakhirinya dengan perasaan dikendalikan oleh pasangan.
• Anda akan amengkahirinya dengan perasaan lapar akan cinta.
• Anda akan mengakhirinya dengan perasaan marah.
• Anda akan mengakhirinya dengan perasaan dicurangi.
• Anda akan mengakhirinya dengan perasaan tidak senang/kecewa.
2. Pasangan Anda terlalu peduli pada Anda lebih daripada kepedulian Anda padanya.
Saat Anda dalam tipe hubungan yang seperti ini, Anda akan tidak pernah sungguh-sungguh puas, sejak Anda tidak memberikan hati anda secara utuh.
3. Anda mencintai pasangan anda hanya karena potensinya
Memiliki hubungan yang sehat dengan seseorang berarti mencintai dia sebagaimana adanya dia sekarang bukan mencintainya dalam kedengankian hari ini atau dalam harapan bagaimana jadinya dia nanti.
4. Anda dalam misi penyelamatan
Orang yang memulaia hubungan dengan misi menyelamatkan pasagannya secara emosional biasanya membuat kesalahan dalam hal simpati untuk cinta.
5. Anda melihat pasangan anda sebagai pemeran/model.
Satu-satunya cara agar hubungan anda bisa berjalan dengan baik adalah dengan mencintai dan menghargai diri anda sendiri sebagaimana anda mencintai dan menghargai pasangan anda .
6. Anda tergila-gila pada pasangan anda karena alasan eksternal.
Jika anda menemukan bahwa anda tergila-gila pada salah satu bagian dari pasangan anda, bertanyalah pada diri anda sendiri: “jika dia tidak memilikinya, apakah saya masih akan mau bersamanya?”

7. Anda hanya memiliki kecocokan sebagian.
Anda mungkin termasuk dalam tipe seperti ini apabila:
• Anda bertemu dengana pasangan anda dalam suatu permasalahan yang sama dan sering membicarakannya.
• Anda dan pasangan anda terlibat dalam aktifitas rutin yang sama.
• Anda bertemu pasangan anda dalama asuatu acara khusus.
8. Memilih pasangan karena ingin memberontak.
Tipe hubugan seperti ini tidak seperti biasanya dan bisa menciptakan drama yang luar biasa dalam hidup.
9. Anda memilih pasangan sebagai reaksi dari hubungan anda dengan pasangan sebelumnya.
Temukan semua kualitas yang Anda butuhkana dalam sebuah hubungan dan suatu hubungan yang bisa seimbang dengan hal itu.
10. Pasangan Anda adalah orang yang tertolak ataua bermasalah.
Jika Anda terhubung dengan seseorang yang memiliki hubungan dengan orang lain, Anda harus menerima bahwa orang tersebut adalah sisa/mantan orang lain.

Kesalahan Fatal yang harus diwaspadai pada pasangan:
1. Kecanduan
Saan anda mencintai seseorang dengan kecanduan, Anda berada dalama cinta segi tiga – anda, pasangan anda dan apapun itu yang membuat dia kecanduan.
2. Kemarahan
Ada beberapa alasan orang tumbuh mencadi seorang pemarah:
• Mereka pernah disakiti secara fisik, verbal maupun seksual waktu masa kecil.
• Mereka merasa tidak dicintai dan tertolak pada masa kecil.
• Mereka merasa tidaka berdaya semasa kecil.
Tekanan kesedihan pada masa kecil bisa membuat seseorang jadi pemarah saat dewasa.
3. Korban Kesadaran
Para korban lebih banyak menghabiskan waktu dengan membantah hal-hal yang tidak benar lebih dari melakukan sesuatu untuk mengubahnya.
4. Gila Kontrol
Gila kontrol tidak mau menerima masukan apa yang harus dilakukan, itu hanya akan membuat mereka berada di luar kontrol. Kesalahana fatal ini susah disembuhkan karena mereka sangat membenci sesuatu yang tidak bisa dikendalikan dan ini merupakan masalah khususnya dalam hal menerima orang lain.
5. Kelainana Seksual
Ada beberapa kategori kelainan seksual:
• Kecanduan seksual dan obsesi.
• Kekurangan integritas seksual
• Masalah kemampuan seksual.
6. Pasangan Anda tidak bertumbuh
Anak-anaka yang marah terhadap kontrol orang tua terhadap mereka biasanya akan bertumbuh dalam kedewasaan yang suka memberotak terhadap semua otoritas diatasnya.
7. Ketidaktersediaan emosional pada pasangan.
Jika anda menikah dengan seseorang yang tidak mau membicarakan masalah emosi, anda tidak dalam suatu hubungan, anda hanya berada dalam suatu aturan hidup.
8. Pasangan anda belum dipulihkan dari hubungan masa lalu
Semakin banyak kemarahan tentang masa lalu yang anda simpan dalam hati, semakin sedikit kemampuan anda untuk mencintai di masa sekarang.
9. Kerusakan emosi sejak kecil
Semua orang membawa bagasi emosional sejak kecil ke dalam hubungan ketika dewasa. Dan hal-hal itu akan sangat mempengaruhi hubungan, entah itu hal baik maupun hal yang buruk.

Ada Beberapa bom waktu yang sewaktu-waktu bisa menghancurkan hubungan:
1. Perbedaan usia yang signifikan.
Perbedaan usia yang terlalu jauh bisa menyebabkan perbedaan-perbedaan prisip dan pandangan antara kedua pasangan.
2. Latar belakang agama yang berbeda
Jangan biarkan bom waktu ini meledak di depan kita, lebih baik menghindar sebelum masalah ini menjadi lebih serius.
3. Perbedaan latar belakang sosial, suku dan pendidikan
Mencoba menerima sesuatu yang tidak nyaman dari pasangan anda akan sangat menyakitkan orang itu pada akhirnya, ketika perasaan kita yang sebenarnya muncul.
4. Hubungan Jarak Jauh
Tujuan dari sepasang kekasih dalam hubungana yang “normal” adalah menjadi lebih mencintai dan lebih intim satu sama lain. Sedangkan tujuan dari pasangan jarak jauh adalah agar keduanya bisa saling bertemu lagi.




Apakah Anda Siap Jatuh Cinta?
Ada beberapa pertanyaan yang perlu anda tanyakan pada diri sendiri untuk memastikan apakah anda siap untuk memiliki suatu hubungan yang intim:
1. Apakah saya masih mencintai mantan saya?
2. Apakah saya masih membawa-bawa masalah dengan mantan saya sebelumnya?
3. Apakah saya merasakan kekosongan rohani dan emosional dengan diri saya?
4. Apakah saya tidak menyukai diri saya?
5. Apakaha saya merasa hanya memiliki sedikit hal berharga yang bisa diberikan kepada pasangan?
6. Apakah saya punya kecanduan yang belum ku bereskan?
7. Apakaha saya sangat merasa kesepian dan tertolak bahwa saya tidak senang tanpa suatu hubungan?
8. Apakah saya merasa tidak ada seorangpun yang mau menjalin hubungan dengan saya?
9. Apakah saya menemukan bahwa hampir tidak mungkin untuk merasakan emosi?
10. Apaka saya tidaka mau membicarakan tentang emosi dengan orang lain?
Jika anda menjawab “YA” bahkan hanya untuk salah satu pertanyaan saja, anda mungkin belum siap secara emosional untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

JOHANN HEINRICH PESTALOZZI PENDIRI SEKOLAH DASAR MODERN

Dari Buku Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen Oleh: Robert R. Boehlke, Ph. D.


BAB I
RIWAYAT HIDUP JOHANN HEINRICH PESTALOZZI

Johann Heinrich Pestalozzi lahir dan dibesarkan di Zurich Swiss pada tanggal 12 Januari 1746. Dia berasal dari keluarga Protestan, ayahnya seorang doctor yang meninggal waktu Heinrich berumur enam tahun dan hanya meninggalkan sedikit warisan.
Setiap liburan, Heinrich tinggal dengan kakeknya, seorang pendeta Protestan yang melayani di desa. Hal inilah yang mendorong Heinrich untuk menjadi pendeta namun keinginan ini buyar setelah dia lupa akan isi khotbahnya pada saat membawakan khotbah di depan ujian klasis. Sebelumnya dia juga pernah berbuat kesalahan dalam menuntun para hadirin mengucapkan “doa Bapa kami”.
Heinrich kemudian beralih ke bidang hukum agar dapat masuk ke dalam pemerintahan dan meyusun undang-undang yang memihak kaum lemah. Namun hal ini kembali menemui kegagalan karena keterlibatannya dalam kelompok politis yang dianggap radikal oleh pemerintah.
Pestalozzi kemudian menjalin hubungan dengan Anna Schulthess namun hubungan mereka tidak direstui orang tua Anna karena Pestalozzi seorang pengangguran miskin. Pestalozzi kemudian belajar tentang pertanian dan bisa meyakinkan keluarga Anna sehingga mereka menikah pada tanggal 30 September 1769.Pestalozzi kemudian membuka lahan pertanian di Neuhof namun kembali usaha pertaniannya tidak berhasil karena terjadi perselisihan dengan tetangga mereka yang mayoritas peternak.
Melihat kemalangan anak-anak di sekitarnya dan melihat rumahnya yang setengah kosong, Pestalozzi kemudian mendirikan sekolah bagi anak-anak miskin dan mengajarkan tiga tujuan yaitu: memperbaiki akhlak para pelajar, mendidik untuk dapan membaca, menulis dan berhitung dan melatih anak-anak keterampilan yang bisa menolong mereka keluar dari kemelaratan. Hasil dari keterampilan mereka gunakan untuk membiayai sekolah namun karena tidak bisa mandiri, sekolah itupun ditutup.
Pestalozzi juga gagal mengurus rumah tangganya ketika dia menjadi pengangguran dan anaknya memiliki keterbelakangan mental sehingga orang-orang sempat menganggap bahwa Pestalozzi gila. Namun karena bantuan dan motifasi dari teman-temannya, dia bisa mendapat kesempatana menuangkan idenya dalam lomba menulis sehingga orang-orang mulai mengenal karyanya.
BAB II
DASAR PENDIDIKAN

A. Pandangan Teologis
Pestalozzi tidak sabar dengan system dogmatis yang berlaku dalam gereja Reformasi pada saat itu. Dimana para pendukung system tersebut hanya bisa dan rajin menyusun ajaran teologis “benar” saja daripada mewujudkannya ajaran tersebut kedalam kehidupan sehari-hari. Pestalozzi adalh seorang Kristen yang mentaati kedua hukum ilahi yang diutamakn kembali oleh Yesus:”Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa. Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang yang lebih utama daripada kedua hukum itu.” Pestalozzi sangat menghayati kedua hukum ini.
Pestalozzi memakai pengertian sederhana tentang iman Kristen. Dalam tulisannya, Pestalozzi mempunyai lima pokok utama yang mencolok:
1) Kepercayaan Kepada Allah
Jika Allah Bapa bukan lah Bapa kita, maka tidak ada dasar yang dapat dipercayai untuk menghadapi tantang hidup ataupun mengembangkan pendidikan yang berhasil. Dalam Amsal 1:7 dituliskan“takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”
2) Alam Sebagai Pedoman
Pesatalozzi sangat bertolak belakang denga pendapat Rousseau yang memilki pandangan yang baik terhadap alam dalam pendidikan. Pestalozzi tidak memiliki pandangan seindah itu terhadap alam. Pestalozzi tidak mengaggap alam sebagai kekuatan yang merdeka, seakan-akan alamalam itu berdiri atas kekuatannya sendiri, sedngkan pencipta alam adalah Allah sendiri. Jadi bagi Pestalozzi alam tersebut bergantung kepada kehendak Allah.
3) Yesus Sebagai Juruselamat Dunia
Nama Allah dan Yesus terus dimasukkan kedalam karyanya, hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya hubungan dengan Yesus baginya. Pestalozzi betul-betul hidup untuk melayani orang-orang yang paling hina. Dan dia sangat mengharapkan tindakan-tindakan yang serupa dilakukan oleh para pendidik-pendidik lainnya. Dan hendaknya berpatokan kepada Tuhan Yesus Kristus.
4) Manusia: Jati Diri dan Tugasnya
Jati diri manusia dibahas dalam tiga pokok yakni:
a) Sebagai makhluk dari alam
Yaitu Pestalozzi ingin mengarahkan jati diri manusia sebagai makhluk dari alam, untuk menghilangkan dasar bagi manusia yang membuat manusia kedalam kelas social. Karena semua orang memiliki struktur jasmani yang sama. Dari segi pembawaan almiah memang terdapat perbedaan, tetapi setiap manusia berhak untuk bertahan hidup sekalipun dari orang terpelajar yang sangat rendah dengan seluruh hasil alam yang ada. Yang sangat dibutuhkan dalam hal ini ialah kesadaran setiap orang sebagai makhluk yang bersosial.
b) Sebagai makhluk social
Terkadang orang-orang menyerahkan sebagian kemerdekaanya atau apa yang dia punya untuk meproleh keamanan. Orang yang mempunyai harta akan lebih tinggi dari mereka yang tidak punya atau bisa disebut seperti seorang raja. Sedangkan dalam hati manusia selalu timbul kebutuhan-kebutuhan yang lain, sehingga dalam diri seseorang harus hidup sebagai makhluk yang bermoral.
c) Sebagai makhluk moral
Moralitas adalah prestasi dari kehendak manusia, suatu hasil watak yang baik yang menang atas perasaan yang memntingkan kepentingan sendiri. Untuk bertumbuh secar moral, kita harus merasa secara dalam. Dengan kat lain, suatau tindakan atau kelakuan boleh dikatakan sebagai moral sejauh manan tindakan atau kelakuan itu dilaksanakan karena dipaksa oleh kebiasaan social atau hukum negera, tetapi dari keputusan pribadi.

5) Pengalaman Beriman Secara Pribadi
Lewat pengalaman yang dilewati sejak kecil baik dalam suka maupun duka didalam kehidupannya. Yang hidup bersosial, yang hidup dilingkungannya dan yang mengabdikan diri kepada Allah.

B. Dasar Ilmu Jiwa
1. Sumber Dasar Ilmu Jiwa
Pestalozzi menganggap bahwa Alkitab sumber bagi hal-hal rohani. Dia memulai penelitian sesuai denga praduga bahwa kunci untuk membuka rahasia perkembangan anak terletak dalam alam sendiri.
2. Asas-asas Belajar Mengajar
Berdasarkan metode percobaan dan analogi dalam alam itu, Pestalozzi menemukan asas-asas belajar-mengajar sebagi berikut:
 Si guru membagi bahan yang diajarkan
 Anak belajar lebih baik kalau guru memusatkan perhatian pada tugas belajar yang terbatas.
 Sianak belajar melalui pancaindra
 Semua pengatahuan yang diperoleh melalui pancaindra dapt digolongkan dibawah tiga kata, yaitu jumlah, bentuk dan bahasa.
 Pengalaman belajar akan lebih berhasil bila guru mengelompokkan bagian pengetahuan yang sifatnya sama, paling tidak mirip antara yang satu demnga yang lain.
 Kecenderungan untuk ditarik oleh keindahan telah ditanamkan oleh alam dalam diri manusia
 Walaupun terdapat hukum-hukum alamiah tentang cara belajar, namun dalam hukum-hukum itu tanpak banyak kesempatan untuk bertumbuh secara bebas sesuai dengan kebutuhan dan sifat setiap orang.
3. Pertumbuhan Iman
Berbicara mengenai pertumbuhan iman, sangat dekat dengan hati Pesatlozzi, yakni pertumbuhan iman dalam diri seorang anak. Pertumbuhan seorang anak sebagi hasil dari mengalami kasih dan iman dalam diri ibunya. Pestalozzi sendiri berusaha untuk menjadi seorang ayah dan menjadi seorang ibu dalam hubungannya denga anak-anaknya. Bagi seorang anak, kasih yang nyata yang kemungkinan besar bahwa anak akan percayua akan kasih Allah yang tidak dilihatnya itu, adalh kasih dari ayah dan ibunya. Orang tua yang beriman akan senantisa mengajarkan tenatang Allah terhadap anaknya, dan setiap hri akan mendengar hal-hal tentang Allah.

C. Asas - Asas Pendidikan
Pestalozzi boleh digambarkan sebagai seorang yang mengabdikan seluruh pikiran, tenaga dan dana yang ia miliki demi pelaksanaan tugas memperbaiki keadaan yang buruk dalam masyarakat dengan jalan memperbarui setiap orang .pembaruan perorangan itu akan dilaksanan melalui pendidikan yang mengubah pengetahuan dan gaya hidup kaum miskin yang tinggal didusun dusun Swis.

1. Arti Pendidikan
Menurut Pestalozzi , perbaikan pendidikan di Swis perlu dilaksanakan sekaligus dari dua segi , yakni dari segi praktek dan teori . Urutan ini mencerminkan cara Pestalozz menjadi seorang ahli pendidikan. Ia tidak memulai panggilan hidups ebagai pendidik setelah mengembangkan teori pendidikan lebih dahulu. Teori berasal dari pengalaman dalam ruang kelas.
Pendidikan yang akan mengubah mutu kehidupan anak – anak miskin didesa pertanian harus memenuhi kebutuhan dasariah di mana mereka hidup.
2. Arti Pendidikan
Menurut Pestalozzi , perbaikan pendidikan di Swis perlu dilaksanakan sekaligus dari dua segi , yakni dari segi praktek dan teori . , teapi yang keduaan itu harus tunduk pada pertama . tujuan Umum dirahkan untuk menghasilkan seorang yang bijaksana dan bajik dalam kehidupannya , manusiawi dalam semua hubungan dengan sesamanay manusia dan seorang yang hidup beriman sebagai mahluk yang bergantung pada allah. Sesuai dengan arti kejuruan itu , tujuanya ialah memperlengkapi pelajar untuk memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi perencanaanya dalam masyarakat
3. Lingkungan Pendidikan
Menurut Pikiran Pestalozzi , ada tiga lingkungan diman pendidikan terjadi :
a. rumah tangga
b. rumah dermawan
c. sekolah
Dari ketiga itu , rumah tangga sendiri adalah yang paling penting
4. Pengajar
Dua pengajar utama ,yaitu sang ibu dan guru yang mengajar disekolah sudah tersirat dalam pembahasan tentang bagian lingkungan diatas . disamping kedua pengajar itu, pestalozzi menyebutkan dua lagi yaiti si anak sendiri dan pengalaman hidup
a. Si Ibu
b. Guru Sekolah
c. Si Anak
d. Pengalaman hidup
5. Pelajar
a. Semua Anak
b. b.Anak perempuan ( sekolah keibuan )
c. Calon Guru

6.Kurikulum
a. Kurikulum untuk pendidikan Akal (kognitif)
b. Kurikulum Untuk Pendidikan Tangan (psikomotorik)
b. Kurikulum Pendidikan Moral dan Keagamaan (afektif)
7. Metodologi
a. Metode mengajarkan mata pelajaran intelektual yang berhubungan dengan tiga jenis pengalaman yang dilambangkan dengan tiga kata yang sudah ditentukan , yaitu :
1. Bahasa
Melatih daya tangkap indra anak, termasuk membaca, menulis berbicara dan mendengarkan.
2. Bentuk
Melatih anak untuk menggambarkan bentuk-bentuk misalnya bentuk huruf, persegi, lingkaran, segi tiga termasuk perbedaan panjang, pendek dan besar, kecil. Selanjutnya menggambar mentuk dari alam yang bisa dilihat.
3. Jumlah
Metode dasar matematika yaitu penjumlahan, pengurangan, perkaliana dan pembagian.
b. Metode mengajarkan mata pelajaran jasmani
c. Metode Mengajarkan mata pelajaran akhlak dan agamawi



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Melalui asas dan praktek pendidikan, Pestalozzi mengilhami sejumlah pemikir masyarakat dan dan pejabat pemerintah untuk memprakarsai rencana pendidikan untuk semua anak.Sebagian inspirasi itu bertaraf tinggi dalam arti mereka yang dipengaruhi Pestalozzi amat prihatin atas nasib begitu banyak anak miskin.
Bagaimanapun juga motofnya, suasana sosial, ekonomi dan politik di Eropa sudah menerima gagasan Pestalozzi tentang pendidikan masal dan keprihatinan terhadap kaum miskin.
B. Aplikasi
Dari kisah hidup dan perjuangan seorang Johann Heinrich Pestalozzi, dunia akademis khususnya para mahasiswa boleh baelajar bahwa kegagalan bukanlah penghalang untuk menggapai cita-cita. Karena kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang purus asa, menyerah dan berhenti berusaha.

FAKTOR - FAKTOR PENUNJANG DAN PENGHAMBAT KOMUNIKASI

BAB I
PENDAHULUAN
Setelah pada pembahasan-pembahasan sebelumnya di kelas teman-teman telah menjelaskan tentang pengantar ilmu komunikasi baik pengertian, sejarah serta ruang lingkup komunikasi, maka saat ini kelompok kami akan membahas tentang faktor-faktor penunjang maupun penghambat dalam komunikasi. Factor-faktor ini sangat penting kita ketahui agar kita bias memaksimalkan komunikasi kita sehingga bisa mencapai tujuan yang kita harapkan.

BAB II
FAKTOR - FAKTOR PENUNJANG DAN
PENGHAMBAT KOMUNIKASI
A. Faktor-Faktor Penunjang Komunikasi
1. Penguasaan Bahasa
Kita ketahui bersama bahwa bahasa merupakan sarana dasar komunikasi. Baik komunikator maupun audience (penerima informasi) harus menguasai bahasa yang digunakan dalam suatu proses komunikasi agar pesan yang disampaikan bisa dimegerti dan mendapatkan respon sesuai yang diharapkan.
Jika komunikator dan audience tidak menguasai bahasa yang sama, maka proses komunikasi akan menjadi lebih panjang karena harus menggunakan media perantara yang bisa menghubungkan bahasa keduanya atau yang lebih dikenal sebagai translator (penerjemah)
2. Sarana Komunikasi
Sarana yang dimaksud di sini adalah suatu alat penunjang dalam berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal. Kemajuan IPTEK telah menghadirkan berbagai macam sarana komunikasi sehingga proses komunikasi menjadi lebih mudah. Semenjak ditemukannya berbagai media komunikasi yang lebih baik selain direct verbal (papyrus di Mesir serta kertas dari Cina ), maka komunikasi bisa lebih di sampaikan secara tidak langsung walau jarak cukup jauh dengan tulisan atau surat. Semenjak penemuan sarana komunikasi elektrik yang lebih canggih lagi (televisi, radio, pager, telepon genggam dan internet) maka jangkauan komunikasi menjadi sangat luas dan tentu saja hal ini sangat membantu dalam penyebaran informasi. Dengan semakin baiknya koneksi internet dewasa ini, maka komunikasi semakin lancer dan up to date. Misalnya saja peristiwa unjuk rasa missal yang menyebabkan kekacauan di Mesir telah bisa kita ketahui bahkan secara live.
3. Kemampuan Berpikir
Kemampuan berpikir (kecerdasan) pelaku komunikasi baik komunikator maupun audience sangat mempengaruhi kelancaran komunikasi. Jika intelektualitas si pemberi pesan lebih tinggi dari pada penerima pesan, maka si pemberi pesan harus berusaha menjelaskan. Untuk itu diperlukan kemampuan berpikir yang baik agar proses komunikasi bisa menjadi lebih baik dan efektif serta mengena pada tujuan yang diharapkan. Begitu juga dalam berkomunikasi secara tidak langsung misalnya menulis artikel, buku ataupun tugas-tugas perkuliahan (laporan bacaan, makalah, kuisioner dan lain-lain), sangat dibutuhkan kemampuan berpikir yang baik sehingga penulis bisa menyampaikan pesannya dengan baik dan mudah dimengerti oleh pembacanya. Demikian juga halnya dengan pembaca, kemampuan berpikirnya harus luas sehingga apa yang dibacanya bisa dimengerti sesuai dengan tujuan si penulis. Jika salah satu (penulis atau pembaca) tidak memiliki kemampuan berpikir yang baik, maka apa yang disampaikan bisa tidak dimengerti sehingga tidak mencapaia tujuan yang diharapkan.
4. Lingkungan yang Baik
Lingkungan yang baik juga menjadi salah satu factor penunjang dalam berkomunikasi. Komunikasi yang dilakukan di suatu lingkungan yang tenang bisa lebih dipahami dengan baik dibandingkan dengan komunikasi yang dilakukan di tempat bising/berisik. Komunikasi di lingkungan kampus Perguruan Tinggi tentu saja berbeda dengan komunikasi yang dilakukan di pasar.

B. Faktor-Faktor Penghambat Komunikasi
1. Hambatan sosio-antro-psikologis
a. Hambatan sosiologis
Seorang sosiolog jerman bernama Ferdinand Tonnies mengklasifikasikan kehidupan masyarakat menjadi dua jenis yang ia namakan Gemeinschaft dan gesellschaft. Gemeinschaft adalah pergaulan hidup yang bersifat pribadi, statis, dan rasional, seperti dalam kehidupan rumah tanngga; sedangkan gesellschaft adalah pergaulan hidup yang bersifat pribadi, dinamis, dan rasional, seperti pergaulan di kantor atau dalam organisasi.
Karena dalam kehidupan masyarakat itu terbagi atas berbagai gologan dan lapisan, menimbulkan perbedaan status social, agama, ideologi, tingkat pendidikan, tingkat kekayaan, dan sebagainya, semua itu menjadi hambatan dalam berkomunikasi dan inilah yang termaksud dalam hambatan sosiologis.
b. Hambatan antropologis
Manusia, meskipun satu sama lain sama dalam jenisnya sebagai makhluk “homo sapiens”, tetapi ditakdirkan berbeda dalam banyak hal. Dalam komunikasi misalnya, komunikator dalam melancarkan komunikasinya dia akan berhasil apabila dia mengenal siapa komunikan dalam arti ‘siapa’ disini adalah bukan soal nama, melainkan ras, bangsa, atau suku apa si komunikan tersebut. Dengan mengenal dirinya, akan mengenal pula kebudayaannya, gaya hidup dan norma kehidupannya, kebiasaan dan bahasanya.
Perlu kita ketahui komunikasi berjalan lancar jika suatu pesan yang disampaikan komunikator diterima olehg komunikan secara tuntas, yaitu diterima dalam pengertian received atau secara inderawi, dan dalam pengertian accepted atau rohani. Teknologi komunikasi tanpa dukungan kebudayaan tidak akan berfungsi.
c. Hambatan psikologis
Factor psikologis sering menjadi hambatan dalam berkomunikasi. Hal ini umunnya disebabkan sikomunikator dalam melancarkan komunikasinya tidak terlebih dahulu mengkaji si komunikan. Komunikasi sulit untuk berhasil apabila komunikan sedang sedih, bingung, marah, merasa kecewa, merasa iri hati, dan kondisi psikologi lainnya; juga jika komunikasi menaruh prasangka kepada komunikator.
Prasangka merupakan salah satu hambatan berat bagi kegiatan komunikasi, karena orang yang berprasangka belum apa-apa sudah bersikap menentang komunikator. Apalagi kalau prasangka itu sudah berakar, seseorang tidak lagi berpikir objektif, dan apa saja yang dilihat atau didengarnya selalu dinilai negatif. Prasangka sebagai factor psikologis dapat disebabkan oleh aspek antropologisdan sosiologis; dapat terjadi terhadap ras, bangsa suku bangsa, agama, partai politik, kelompok dan apa saja yang bagi seseorang merupakan suatu perangsang disebabkan dalam pengalamannya pernah diberi kesan tidak enak.
Berkenaan dengan factor-faktor penghambat komunikasi yang bersifat sosiologis-antropologis-psikologis itu menjadi permasalahan ialah bagaimana upaya kita mengatasinya. Cara mengatasinya ialah mengenal diri komunikan dengan mengkaji kondisi psikologinya sebelum komunikasi terjadi, dan bersikap empatik kepada komunikan.
2. Hambatan semantis
Kalau hambatan sosiologis-antrop[ologis-psikologis terdapat pada pihak komunikan, maka hambatan semantis terdapat pada komunikator. Factor semantis menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaannya kepada komunikan. Agar proses komunikasi itu berjalan denga baik seorang komunikator hareus benar-benar memperhatikan gangguan semantis ini, sebab salah mengucap atau salah tulis dapat menimbulkan salah pengertian atau salah tafsir, yang pada gilirannya bisa ,menimbulkan salah komunikasi. Gangguan semantis juga kadang-kadang disebabkan oleh aspek antropologis, yakni kata-kata yang sama bunyi dan tulisannya, tetapi memiliki makna yang berbeda. Salah komunikasi ada kalanya disebabkan oleh pemilihan kata yang tidak tepat, dalam komunikasi hendaknya menggunakan kata-kata yang dapat dimengeri atau yang denotatif.
Jadi untuk menghilangkan hambatan semantis dalam komunikasi, seorang komunikator harus mengucapakan pertanyaan yang jelas dan tegas, memilih kata-kata yang tidak menimbulkan persepsi yang salah, dan disususn dalam kalimat-kalimat yang dapat dimengerti.
3. Hambatan mekanis
Hambatan mekanis dijumpai pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contohnya: suara telepon yang kurang jelas, berita surat kabar yang sulit dicari sambungan kolomnya, gambar yang kurang jelas pada pesawat televise dan lain-lain. Hambatan pada beberapa media tidak mungkin diatasi oleh komunikator tapi biasanya memerlukan orang-orang yang ahli di bidang tersebut misalnya teknisi.
4. Hambatan Ekologis
Hambatan ekologis terjadi oleh gangguan lingkungan terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya adalah suara riuh (bising) orang-orang atau lalu lintas, suara hujan atau petir, suara pesawat terbang dan lain-lain. Untuk menghindari hambatan ini, komunkator harus mengusahakan tempat komunikasi yang bebas dari gangguan seperti yang telah disebutkan tadi.



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah mmpelajari factor-faktor yang sangat penting dalam komunikasi baik factor penunjang maupun penghambat maka dapat disimpulkan bahwa dalam berkomunikasi, para pelaku komunikasi (komunikator maupun audience) harus senantiasa memahami factor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses komunikasi sehingga komunikasi yang dilakukan bisa berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan.

B. Aplikasi
Dalam dunia akademis, factor-faktor penunjang dan penghambat komunikasi ini sangat penting dipelajari karena di dunia akademis sangat erat kaitannya dengan dunia informasi secara menyeluruh sehingga pemahaman tentang komunikasi akan sangat mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.
Satu tips dari penulis “Janganlah mengucapkan sesuatu yang tidak kita mengerti, kecuali dalam bentuk pertanyaan!”






Sumber:
1. Effendy. O. U. Dinamika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 1992
2. Tierney Elizabeth. 101 Cara Berkomunikasi Lebih Baik. Jakarta: Elex Media Komputindo. 2003.
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Kertas