Search This Blog

Tuesday, December 7, 2010

CONTOH ILUSTRASI PRAKTIS

1. Pelangi sangatlah indah karena terdiri dari berbagai macam warna. Merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu. Jika warna pelangi hanya biru semua, maka orang akan menganggapnya langit. Kita tidak harus sama persis dengan orang lain. Kita masing-masing punya keunikan yang bisa menjadi indah jika bekerja sama dengan orang lain.

2. Tali-tali pada sebuah gitar tidaklah sama ukurannya dan diatur dengan ketegangan yang berbeda-beda satu sama lain supaya menghasilkan warna yang indah. Jika tegangannya dibuat sama, maka ketika diketik bersamaan, maka suaranya akan terdengar kurang bagus karena monoton. Demikian juga dengan tubuh Kristus. Bermacam-macam anggota dengan fungsi yang bebeda-beda namun untuk satu tujuan yaitu memuliakan Allah.

3. Bagian akademik suatu STT di Jakarta menegaskan akan menggagalkan seluruh mahasiswa di salah satu kelas karena absensi mahasiswanya hilang. Secara bersama-sama mahasiswa di kelas tersebut menyampaikan aspirasi argument-argumen mereka sehingga pihak sekolah membuat keputusan untuk membuatkan absen baru.kalau hanya satu orang saja yang menyampaikan keberatan, pasti tidak akan ditanggapi. Indahnya kebersamaan.

4. Pidato Barack Obama yang singkat di Universitas Indonesia mampu membuat rakyat Indonesia terharu dan ada yang menangis. Sedangkan pidato presiden Indonesia yang panjang lebar bahkan sampai diselingi tangisan tak mampu membuat rakyat terharu. Jabatan boleh sama tapi karakter belum tentu sama.

5. Tim SAR menemuka beberapa mayat di rumah mbah Marijan sewaktu “wedhus gembel” menyapu daerah mereka. Belakangan dilaporkan bahwa orang-orang tersebut percaya kepada sang juru kunci tersebut bahwa daerah mereka aman. Percayalah dan gantungkan keselamatan hanya pada Tuhan dan jangan kepada manusia.

6. Seorang pemulung yang compang-camping setelah diberi tempat tinggal dan pakaian yang baik menjadi kelihatan lebih rapid an segar. Namun ketika ditanya bagaimana perasaannya, dia menjawab bahwa dia tidak nyaman. Menurutnya lebih enak tinggal di jalanan sebagai pemulung. Penampilan fisik bisa diubah dengan cepat tapi merubah karakter butuh proses.

7. Sepasang suami istri terlihat sangat mesra. Kemana-mana selalu terlihat bersama dan bahkan mengatakan bahwa mereka tidak bisa hidup tanpa pasangannya.namun, sebulan setelah sang istri dipanggil Tuhan, sang suami dengan mengejutkan menikah lagi. Sungguh, janji dan komitmen manusia bisa berubah. Hanya Allah yang tidak berubah.

8. Suatu hari sebuah jam meja tiba-tiba berhenti berdetak padahal baterenya masih bagus. Akhirnya sang pemilik membawa jam tersebut kepada tuakng service jam. Setelah tidak ditemukan kejanggalan, maka tukang service bertanya kepada jam tersebut kenapa dia berhenti. Dan jam itu pun menjawab kalau dia berhenti karena capek berpikir bahwa dia harus bekerja sebanyak 87.400 kali dalam sehari. Tidak ada satu manusiapun yang sanggup melakukannya, makanya dia stress. Tukang service pun berpikir sebentar dan bertanya, kalau berapa kali dia harus bekerja dalam 1 detik. Si jam pun menjawab hanya sekali dan tidak lebih, untuk itulah dia dibuat. Akhirnya si jam bersemangat lagi karena menyadari dia hanya perlu bekerja sekali dalam sedetik dan tidak perlu berpikir detik-detik selanjutnya. Kta pun seharusnya jangan kuatir tentang hari esok. Yesus berkata, bahwa kesusahan sehari biarlah untuk sehari.

9. Seorang pengunjung villa bertanya kepada penjaga villa sangat bersih dan selalu rapi padahal pemiliknya tidak tinggal di situ. Dengan santainya penjaga villa itu menjawab bahwa dia senantiasa berharap bahwa tuannya akan datang besok, makanya dia merapikan villa tiap hari. Demikian juga dengan kita, harus senantiasa waspada sebab kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus akan datang kembali atau kapan kita akan menghadap Tuhan.

10. Kamar Daud di asrapa kami tiba-tiba menjadi panas dan tidak nyaman karena kipasnya mati. Setelah diteliti, ternyata kaberl yang menghubungkan kipas dengan sumber listrik terputus. Demikina juga dengan orang percaya, kita akan merasa tidak nyaman bila hubungan kita dengan Tuhan terputus baik melalui doa maupun firman. Untuk itu, tetaplah terhubung dengan Tuhan.

11. File makalah saya hilang dari flashdisk karena terkena virus, saya pun jadi panic karena tugas makalah harus segera dikumpulkan besoknya. Tapi untung saja tanpa sengaja saya sempat meng “save” salinannya di computer sekolah sehingga makalahku bisa dikumpulkan tepat waktu. Tuhan menggunakan cara-cara yang unik untuk menolong kita, bahkan dengan cara yang tidak pernah kita duga sedikitpun.

12. Menurut aturan yang berlaku, mahasiswa yang tidak lunas biaya asrama maupun SPP tidak boleh ikut tes UAS. Namun setelah beberapa orang yang blum lunas pergi menghadap petugas yang bertanggung jawab untuk hal itu, maka dicarilaha solusi terbaik bagi semua sehingga semua mahasiswa bisa mengikuti UAS. Jika kita mau jujur dan terbuka satu sama lain, maka pasti ada jalan keluar untuk setiap masalah yang ada. Keterbukaan awal pemulihan.

13. Jalanan di Jakarta sangat beraneka ragam. Ada jalana tol yang kita bisa pakai dengan lancarnya dan ada juga jalanan biasa yang macetnya minta ampun. Dan ketiha hujan, banyak jalan yang menjadi seperti sungai karena banjir. Hal ini menuntuk para pengendara di kota Jakarta agar bisa berkendara dalam segala situasi. Demikan juga dengan hamba Tuhan, harus senantiasa siap dalam menghadapi berbagai macam tantangan yang ada di dunia sekarang.

14. Seorang kakak tingkat saya terpaksa harus mngambil kembali mata kuliah yang sudah pernah diambilnya karena tidak bisa menunjukan rakapitulasi mata kuliah yang telah diambil. Beberapa minggu sebelum perkuliahan berakhir, dia menemukan rekapitulasi mata kuliahnya dan dia membatalkan mata kuliah yang telah dia ambil, padahal sudah lumayan waktu yang diluangkan untuk hal itu. Ini tentu saja bisa dihindari jika dia teliti sejak awal. Demikian juga dengan kita sebagai hamba Tuhan, harus senantiasa teliti dan cerdik dalam menjalani kehidupan agar tidak perlu membuang-buang waktu yang tidak perlu.

15. Seorang penjaga gawang professional pernah berkata bahwa dia tidak hanya waspada ketika lawan menggiring bola memasuki zona amannya namun dia senantiasa mengamati dimana pun sang kulit bundar berada sebab bukan tidak mungkin bola itu datang menerjang gawangnya dengan tiba-tiba. Untuk itu dia harus waspada setiap saat. Kitapun sebagai orang percaya dituntut untuk senantiasa waspada terhadap setiap tantangan yang ada dalam kondisi apapun.

(by Athen)

TEORI PSIKOLOGI BEHAVIORISME MENURUT B. F. SKINNER DITINJAU DARI SUDUT PANDANG TEOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN

Ilmu pengetahuan telah sangat berkembang pesat dewasa ini. Manusia dengan kemampuan intelektualnya yang luar biasa telah menjelajahi luar angkasa, mencapai isi perut bumi serta sel-sel hidup yang terkecil. Namaun ada satu bagian ilmu pengetahuan yang sangat menarik untuk ditelusuri karena menyangkut kesadaran dan keajaiban pikiran manusia itu sendiri, yaitu Psikologi. Psikologi telah berkembang pesat dewasa ini dan telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia.
A. Latar Belakang Masalah
Para ahli psikologi telah menaruh perhatian terhadap masalah yang beraneka ragam yang berhubungan dengan manusia sebagai mahluk special. Perkembangan psikologi yang pesat ini telah menimbulkan pertanyaan di kalangan orang Kristen: “apakah ada psikologi Kristen?” ada juga yang beranggapan bahwa psikologi bertentangan dengan teologi. Jadi, bagaimanakah pandangan teologi terhadap dan atau bagaimana seharusnya?
B. Batasan Masalah
Karena begitu luasnya cakupan psikologi itu sendiri maka penulis membatasi pembahasan dalam makalah ini hanya pada bagian teori psikologi Behaviorisme menurut B. F. Skinner serta ditinjau dari sudut pandang teologis.

C. Tujuan Penulisan
Penulis mengangkat topik ini agar pembaca lebih memahami teori tentang perilaku manusia, faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi serta pandangan teologis terhadap teori perilaku ini. Hal ini juga sangat berhubungan dengan latar belakang penulis sebagai mahasiswa teologi yang tinggal di asrama, dimana dengan memahami ini, bisa lebih mengerti perilaku dan kehidupan sebagai mahasiwa maupun penghuni asrama.



BAB II
TEORI BEHAVIORISME

A. Pengertian Psikologi
Sebelum memahami lebih lanjut tentang teori-teori psikologi, maka perlu dimengerti apa arti dari psikologi itu sendiri secara lebih detail. Psikologi berasal dari dua kata bahasa Yunani, “” (Psyche) dan “ ” (logos). Psyche yang berarti nafas kehidupan atau jiwa dan logos berarti pengetahuan, kajian atau ilmu. Jadi secara umum psikologi dapat diartikan sebagai kajian ilmiah tentang jiwa dan tingkah laku manusia dan binatang. Dalam buku Introduction to Psychology and Counseling, dijelaskan bahwa, “Psychology is scientific study of the behavior of organism.” Atau ilmu penetahuan yang mempelajari tentang perilaku dari organism/mahluk hidup. Dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, psikologi adalah ilmu yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku; ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa. Jadi secara sederhana, psikologi bisa disimpulkan sebagai ilmu yang mempelajari tentang jiwa organisme yang nyata lewat perilakunya, dalam hal ini, organismenya adalah manusia.
B. Teori Behaviorisme
Behaviorisme adalah suatu aliran psikologi yang cukup berpengaruh dewasa ini. Aliran behaviorisme menggunakan pendekatan ilmiah dalam metode penelitiannya. Secara umum, teori ini menyatakan bahwa perilaku organisme seharusnya dapat diukur, dihitung dan dikondisikan. Teknik yang digunakan pada umumnya adalah stimulus dan respon. (S - R) terhadap organisme yang diteliti perilakunya.hal ini tentang bagaimana memberi stimulus tertentu untuk mendapatkan respon terhadap stimulus yang dikehendaki. Proses ini disebut conditioning (pengkondisian).
Proses dari pengkondisian berdasar pada asosiasi, yaitu hubungan antara suatu stimulus dari luar dengan suatu reaksi terhadap stimulus tersebut. Hal ini berarti bahwa kenyataan reaksi emosi terhadap lingkungan bisa ditentukan melalui pemberian stimulus tertentu. Contoh sederhana dalam hal pengkondisian adalah rasa menyangkut rasa takut. Respon takut terhadap rasa sakit adalah otomatis dan jika ketakutan yang berulang-ulang dihubungkan dengan sebuah boneka lucu sekalipun, maka setiap kali orang tersebut melihat boneka yang sama, dia akan mengalami ketakutan. Inilah yang mendasari percobaan B. F. Skinner tentang pengkondisian.
C. Percobaan B. F. Skinner
Untuk menguraikan teori pengkondisian, B. F. Skinner memperkenalkan konsep pengkondisian operan. Untuk memahami pengkondisian operan, perlu dibedakan apa yang disebut Skinner sebagai perilaku respon dan perilaku operan. Perilaku respon adalah respon langsung pasa stimulus, seperti pada respon yang tidak dikondisikan dalam pengkondisiana klasik. Sebaliknya, perilaku operan dikendalikan oleh akibatnya. Pada mulanya hal itu terjadi dengan sendirinya: yaitu munculnya lebih bersifat spontan daripada merupakan respon stimulus tertentu. Adapun percobaan Skinner untuk mendemonstrasikan pengkodisian operan adalah sebagai berikut:
Seekor tikus yang lapar diletakan dalam sebuah kotak yang disebut “kotak Skinner”. Di dalam kotak Skinner tersebut tidak terdapat apa-apa kecuali sebuah jeruji yang menonjol di mana terdapat piring makanan di bawahnya. Sebuah lampu kecil di atas jeruji dapat dinyalakan menurut kehendak perlaku eksperimen.
Tikus yang dibiarkan sendiri dalam kotak, berjalan kesana kemari menjelajahi keadaan sekitar. Kadang-kadang tikus melihat jeruji tersebut dan menekannya. Lalu penekanan tikus pertama terhadap jeruji merupakan peringkat dasar dasar penekanan jeruji. Setelah menentukan peringkat dasar, pelaku eksperimen menggerakkan bubuk makanan yang diletakkan di luar kotak Skinner. Setiap kali tikus menekan jeruji, butir-butir halus makanan terluncut jatuh ke piring makanan. Tikus memakannya dan segera menekan jeruji lagi. Makanan menguatkan (reinforce) penekann jeruji dan laju penekanan meningkat secara drastic. Bila tempat makanan tidak dihubungkan dengan jeruji sehingga penekanan jeruji tidak lagi mengeluarkn makanan, laju penekanan jeruji akan berkurang. Berarti respon operan mengalami pemadaman (extinction) tanpa adanya penguatan.
Pelaku eksperimen dapat menetapkan diskriminasi dengan menyediakan makanan jika jeruji ditekan dan lampu menyala, tetapi tidak ada makanan bila lampu mati. Penguatan selektif ini mengkondisikan tikus untuk menekan jeruji hanya pada saat lampu menyala. Dalam hal ini, lampu berfungsi sebagai stimulus diskriminatif (discriminative stimulus) yang mengendalikan respon.
Dengan demikian, pengkondisian operan meningkatkan kemungkinan adanya respon dengan menertakan penguat (reinforce) setelah kejadiannya dan bisa bersaku sebaliknya (extinction).

D. Pengaruh Teori Skinner dalam Kehidupan sehari-hari
Teori Skinner tentang pengkondisian ini sangat minati saat ini karena memang memiliki fungsi ayng sangat membantu manusia. Melalui teori ini oran-orang dapat melatih hewan peliharaan (kucing, anjing, burung dll.) maupun hewan-hewan yang berguna dalam membantu manusia (merpati, anjing polisi dll.).
Dalam pengkondisian operan menurut Skinner ini, para pelaku eksperimen dapat mendorong perilaku baru dengan mengambil manfaat dari perbedaan tindakan subyek. Untuk melatih seekor anjing,agar bisa menekan bel dengan moncongnya, seorang penyelidik dapat memberikan imbalan setiap kali anjing tersebut mendekati kawasan bel, serta member isyarat bagi anjing untuk menyentuh bel. Dan jika akhirnya bel tersentuh, kembali diberi imbalan (penguatan).
Dengan cara ini juga burung dara dapat dilatih dengan membentuk respon operan untuk menemukan lokasi orang-orang yang hilang di laut; ikan lumba-lumba dilatih untuk menarik peralatan di bawah air.
Teori Skinner ini juga sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan, dimana rata-rata system pendidikan saat ini menerapkan system pengkondisian Skinner. Saat sensitifnya masalah hak asasi manusia (HAM), maka penerapan hukuman di dunia pendidikan mulai dikurangi dan beralih ke cara yang dperkenalkan Skinner yaitu bahwa hukuman tidak perlu, yang diperlukan adalah member hadiah bagi yang berprestasi untuk merangsang anak-anak yg tidak berprestasi untuk belajar lebih baik lagi.



BAB III
PANDANGAN TEOLOGIS TERHADAP TEORI SKINNER

Bagi orang Kristen, Alkitab merupakan dasar utama dalam menjalankan kehidupan karena orang Kristen percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan bagi manusia melalui hamba-hambanya (2 Tim.3:16). Jika demikian, maka Alkitab sudah pasti juga berisi pandangan-pandangan tentang teori psikologi.
A. Pandangan Alkitab Tentang Jiwa
Kata “jiwa” dalam bahasa Ibrani (sebagai bahasa Asli Alkitab Perjanjian Lama) adalah “nefesy” yang ditulis 755 kali dalam Perjanjian Lama yang arti utamanya adalah “mempunyai hidup”. Dalam arti ini kata itu sering dipakai menunjuk kepada binatang (Kej.1:20, 24, 30; Yeh. 47:9). Kadang-kadang kata ini juga disamakan dengan darah – sesuatu yang sangat perlu sekali dalam menunjang kehidupan fisik (Kej. 9:4, Im. 17:10; Ul. 22:22-24). Banyak juga ayat yang menyinggung kata ini bertalian dengan kesadaran.
Dalam bahasa Yunani (bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru), kata “jiwa” adalah “psyche”, sama seperti yang telah dijelaskan pada pengertian psikologi diatas. Dalam Perjanjian Baru, kata ini berhubungan dengan hidup atau nyawa (Roma 11:3; ! Kor. 15:3).
B. Natur Manusia Menurut Alkitab
Pada waktu Allah menciptakan manusia, Ia menciptakan manusia menurut gambarnya (Kej.1:26-27). Gambar Allah dalam diri manusia tidak dapat bersifat fisikal karena Allah adalah Roh (Yoh. 4:24) dan tidak memiliki tubuh. Gambar Allah itu bersifat non materi dan melibatkan unsur-unsur utama berikut.
1. Personalitas
Manusia memiliki kesadaran sendiri dan penentuan diri sendiri yang memampukan dia untuk membuat pilihan dan mengangkat dia di atas dunia binatang. Faktor ini penting karena dengan adanya kesadaran ini, manusia kodratnya lebih tinggi dari binatang dan juga bisa mengalami penebusan. Segi ini melibatkan banyak unsure natural; personalitas menyatakan kemampuan manusia untuk berkuasa atas dunia ini (Kej. 1:28) dan mengelola bumi (Kej. 2:15). Semua aspek dari intelektual manusia berada di bawah kategori ini.
2. Keberadaan Spiritual
Allah adalah Roh dan manusia juga adalah roh. Atribut-atribut esensial dari roh adalah penalaran, hati nurani dan kehendak. Suatu roh adalah rasional, moral dan Karena itu juga bebas. Dalm hal ini, apabila manusia tidak seperti Allah, maka manusia tidak dapat mengenal Allah dan sama saja dengan binatang.
3. Natur Moral
Manusia telah diciptakan dalam “kebenaran original” yang menunjuk pada “pengetahuan, kebenaran dan kekudusan”. Kebenaran dan kekudusan original ini hilang pada saat kejatuhan manusia ke dalam dosa dan dipulihkan di dalam Kristus. Paulus berkata bahwa diri yang baru dari orang percaya adalah dalam keserupaan dengan Allahdan telah diciptakan dalam kebenaran dan kekudusan.


C. Tinjauan Teologis Terhadap Teori Skinner
Dalam Alkitab, lama sebelum teori-teori psikologi bermunculan, telah ada dan telah diterapkan prinsip “reward and punishment”. Bagi yang taat akan mendapatkan berkat dan bagi yng tidak taat akan mendapatkan kutuk atau hukuman (Im. 26; Ul.6). dan untuk teori pengkondisian operan Skinner dimana yang baik akan mendapatkan hadiah sedangkan yang tidak baik tidak akan mendapatkan apa-apa juga telah ada dalam kitab suci.
Namun Alkitab sendiri member kesaksian bahwa prinsip pengkondisian seperti iti tidak efektif dalam merubah perilaku seseorang. Hal ini nyata pada waktu bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Begitu banyaknya aturan atau pengkondisian yang ada namun mereka tetap memberontak dan tidak taan kepada Allah.
Hal ini bukan berarti Allah salah dalam pembentukan moral atau perilaku umatnya namun Allah memiliki rencana yang lebih efektif dalam pembentukan perilaku bagi manusia yaitu melalui karya Kristus.
Natur Manusia pada saat berdosa cenderung tidak taat kepada Allah, maka untuk mengubahya, tidak ckup dengan pengkondisian dari luar saja tetapi harus dari dalam. Itulah sebabnya Allah dalam Kristus melalui karya Roh Kudus mau berdiam dalam diri oran gpercaya untuk mengubahkan manusia dari dalam. (Yoh. 16:8; Ef. 1:13).




BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kepribadian bukanlah sesuatu yang statis. Hal ini dikarenahan kepribadian merupakan perpaduan dari beberapa sifat pembawaaan yang dilengkapi dengan unsut-unsur pembentukan di tangan orang tua dan lingkungan, maka tentu saja pengkondisian harus sepanjang usia.
Dengan mempelajari teori pengkondisian Skinner serta pandangan teologis tentang sifat dan natur manusia setelah jatuh ke dalam dosa, maka kita dapat menyimpulkan bahwa pengkondsian menurut Skinner bisa saja berlaku bagi manusia tetapi tidak bisa secara permanen karena kepribadian dan perilaku manusia tidak bisa di ubah hanya dengan pembiasaan saja tapi harus oleh Penciptanya sendiri.
B. Aplikasi
Contoh yang sangat sederhana tentang penerapan Teori Skinner dalam kaitannya dengan pandangan teologis adalah dalam hal kehidupan berasrama di Sekolah Tinggi Teologi (STT). Dalam rangka membentuk pribadi dan perilaku mahasiswa untuk memiliki karakter hamba Tuhan maka diterapkan perarturan-peraturan yang mengarahkan (conditioning).
Tapi bagaimanapun ketatnya penerapan aturan dan disipli tersbut, tentu tidak akan efektif jika tidak disertai pembentukan dari dalam melalui karya Roh Kudus. Untuk itulah setiap mahasiswa perlu mengalami lahir baru sehingga pembentukan oleh Roh Kudus bisa berlaku dalam diri mahasiswa dan mengubahkan perilaku sesuai dengan standar kebenaran yaitu Alkitab sebagai Firman Tuhan.




DAFTAR PUSTAKA

_______. Alkitab, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia. 2006.
_______. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih.
2008.
_______. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 2002.
Atkinson, Rita L. Penantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga. 1983.
Bensos, Nigel C. Mengenal Psikologi. Bandung: Penerbit Misan. 2000.
Enns, Paul. Buku Pegangan Teologi. Malang: Lembaga Literatur SAAT. 2006.
Heat, W. Stanley. Psikologi Sebenarnya. Yogyakarta: Yayasan Andi. 1997.
Meier, Paul D.. Introduction to Psychology and Counseling. Michigan: Baker Book
House. 1982.