Search This Blog

Thursday, October 14, 2010

Wing of Glory: JIWA

Wing of Glory: JIWA: ". . . . . . Terhempas dalam hampa.. Tiada tempat bergantung, karena langit menolakku.. Tiada tempat berpijak karena bumi menghindariku.. Ku ..."

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk dengan kesibukan masing²..
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi... Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... TUHAN TAHU..!!

JIWA

. . . . . .
Terhempas dalam hampa..
Tiada tempat bergantung, karena langit menolakku..
Tiada tempat berpijak karena bumi menghindariku..
Ku berseru pada angin, 'tiup, tiup, bawalah aku kemanapun kau mau..!'
Bahkan udarapun tak bergeming..
Pekatnya malam,
tebalnya kabut..
Ku terdiam kertakkan gigi..
Waktu seolah diam,
seakan memberiku waktu,
waktu yg lebih untuk merasakan perih..
Oh..., seandainya kesadaranku lenyap saja,,
tapi tidak,
seolah sadarku sengaja ada untuk menambah pedih..
sepi..
Sendiri..
dan aku lemah,
tertunduk,
mati...

. . . . .

Kepalaku perlahan hangat
ku coba angkat kelopak mataku,
sinar...
Kabut menjauh,
gelap menyingkir,
dingin menghilang..
Terang.. Terang..
Terang menyentuhku..
Aku terkulai lemas..
Oh, lihat..!
Aku tidak jatuh!
Dibawahku ada lengan yang kekal,
basah oleh embun..
Dia ada di sini,
berjaga terhadap jiwaku sepanjang gelap yang dingin...
Egoku,
butaku,
membuat Dia tak terlihat..
Terang-Nya menyentuhku..
Hangat-Nya melingkupiku..
Damai-Nya memenuhiku..
Inikah yang disebut ANUGERAH?